Hiburan

Ketika Panggilan Suci Diuji Cinta: Dilema Iman dalam Film ‘I Love Lizzy’ (2023)

Film drama romantis Filipina, I Love Lizzy (2023), menghadirkan narasi yang menyentuh tentang konflik batin antara cinta dan keyakinan spiritual. Disutradarai oleh RC Delos Reyes, film berdurasi 102 menit ini menyoroti perjalanan seorang seminaris muda yang dihadapkan pada pilihan hidup yang krusial.

Kisah ini berpusat pada Jeff, diperankan oleh Carlo Aquino, seorang seminaris yang tengah mencari jati diri dan merenungkan komitmennya terhadap kehidupan imamat. Untuk menenangkan diri dan menemukan jawaban atas panggilan hidupnya, Jeff memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Albay, Filipina. Namun, di tengah pencariannya, ia bertemu dengan Lizzy, seorang pemandu wisata lokal yang diperankan oleh Barbie Imperial.

Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Pertemuan Tak Terduga yang Mengubah Arah

Pertemuan dengan Lizzy menjadi titik balik dalam perjalanan spiritual Jeff. Kehangatan, keceriaan, dan semangat hidup Lizzy menghadirkan perspektif baru yang sebelumnya tidak pernah Jeff sadari. Lizzy bukan hanya sekadar pemandu wisata, melainkan simbol kebebasan, rasa ingin tahu, dan kehidupan penuh warna yang sangat berbeda dari kehidupan seminari yang kaku dan terikat prinsip.

Seiring waktu, ikatan antara Jeff dan Lizzy semakin kuat. Momen-momen sederhana seperti berjalan di tepi pantai, mengunjungi gunung berapi, atau menikmati kuliner lokal di Albay membangun hubungan yang tulus di antara keduanya. Namun, cinta yang tumbuh ini tidak datang tanpa konflik. Jeff dihadapkan pada dilema moral dan spiritual yang mendalam; hatinya tertarik pada Lizzy, tetapi ia juga terikat pada janji dan prinsip yang telah lama ia pegang sebagai calon imam.

Ketegangan ini memuncak ketika Jeff menyadari bahwa perasaannya terhadap Lizzy semakin sulit diabaikan, sementara panggilan hidupnya sebagai calon imam terus memanggil. Menurut catatan Mureks, film ini berhasil menyajikan konflik batin yang mendalam, menyingkap rasa bersalah, kebingungan, dan kerinduan akan makna hidup yang lebih dalam melalui dialog-dialog antara Jeff dan Lizzy, serta refleksi internal Jeff.

Detail Produksi dan Pemeran

Film I Love Lizzy ditulis oleh Onay Sales, Erwin Blanco, dan Ellice Tuason, serta diproduksi oleh Mavx Productions dan Star Magic. Dengan rating 6.8/10, film ini menawarkan drama emosional yang sarat makna bagi penikmat cerita romantis dengan kedalaman spiritual.

Selain Carlo Aquino dan Barbie Imperial sebagai pemeran utama, film ini juga didukung oleh sejumlah aktor lain:

  • Robert Seña sebagai Tatay Abner
  • Yukii Takahashi sebagai Kring
  • Turs Daza sebagai Ben
  • Meann Espinosa sebagai Em-em
  • Andrew Gan sebagai Ned
  • Joseph Villanueva sebagai Arnel
  • Jim Bergado sebagai Gelo
  • Inno Kristoffer Rivera sebagai Godsent

Kisah Jeff dan Lizzy dalam I Love Lizzy bukan sekadar percintaan muda, melainkan sebuah studi tentang pertumbuhan pribadi, pengorbanan, dan keberanian dalam memilih jalan hidup yang sejati. Film ini mengajak penonton untuk merasakan bagaimana keputusan sulit dapat membentuk kehidupan seseorang dan bagaimana cinta bisa menjadi ujian sekaligus pencerahan.

Mureks