Hiburan

Goldilocks and the Three Bears: Death and Porridge, Ketika Dongeng Anak Berubah Horor Slasher Brutal

Dongeng klasik anak-anak “Goldilocks and the Three Bears” kini hadir dalam interpretasi yang jauh dari manis. Film horor slasher independen asal Inggris, Goldilocks and the Three Bears: Death and Porridge (2024), memelintir kisah akrab tersebut menjadi narasi berdarah, gelap, dan brutal yang ditujukan khusus untuk penonton dewasa.

Disutradarai dan ditulis oleh Craig Rees, film berdurasi 82 menit ini diproduksi oleh Rees Dragon Productions. Dibintangi oleh Abigail Huxley, Olga Solo, dan Jack Barry, film ini menawarkan pengalaman sinematik yang mengubah nostalgia masa kecil menjadi mimpi buruk yang mengerikan.

Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id

Kisah bermula ketika sekelompok anak muda memutuskan untuk melakukan perjalanan ke daerah pedesaan terpencil di Inggris. Rasa penasaran membawa mereka menemukan sebuah rumah tua yang tampak kosong di tengah hutan. Tanpa ragu, mereka masuk ke dalam, dan di sinilah elemen dongeng mulai terasa, namun dengan sentuhan yang sangat berbeda. Mereka menemukan berbagai benda aneh, termasuk semangkuk bubur yang masih hangat, kursi-kursi kecil, hingga kamar tidur dengan ukuran berbeda-beda.

Namun, alih-alih menemukan momen lucu atau kehangatan, setiap langkah yang mereka ambil justru menyeret mereka semakin dalam ke dalam teror yang mengerikan. Rumah tersebut, tanpa mereka sadari, adalah wilayah kekuasaan tiga sosok misterius yang dikenal sebagai Three Bears. Berbeda jauh dari karakter beruang ramah dalam dongeng, ketiga sosok ini digambarkan sebagai pembunuh kejam dengan metode sadis yang tak terbayangkan.

Dalam versi film ini, Goldilocks bukan lagi gadis polos, melainkan simbol keserakahan dan rasa ingin tahu manusia yang berujung pada petaka. Satu per satu anggota kelompok mulai menghilang secara brutal, mengubah suasana menjadi permainan bertahan hidup yang penuh darah dan ketegangan. Menurut pantauan Mureks, film ini berhasil menciptakan atmosfer mencekam dengan memanfaatkan lokasi sempit dan adegan slasher yang intens, menekankan rasa tidak aman yang konstan.

Craig Rees secara cerdik bermain dengan konsep twisted childhood, di mana cerita masa kecil yang akrab diubah menjadi mimpi buruk yang nyata. Karakter para korban digambarkan dengan ketakutan yang realistis, sementara sosok Three Bears tampil sebagai ancaman tanpa belas kasihan. Ketegangan dibangun secara perlahan, kemudian meledak dalam rangkaian adegan kekerasan yang tidak segan menampilkan visual ekstrem.

Sebagai film horor beranggaran rendah, Goldilocks and the Three Bears: Death and Porridge lebih mengandalkan atmosfer yang suram, ide cerita yang nyeleneh, dan keberanian untuk memelintir dongeng klasik. Hasilnya adalah tontonan yang kasar, gelap, dan jelas ditujukan bagi penonton dewasa yang menyukai horor slasher dengan konsep unik dan brutal.

Pemeran Utama Goldilocks and the Three Bears: Death and Porridge

  • Abigail Huxley sebagai Kelly
  • Olga Solo sebagai Goldilocks
  • Jack Barry sebagai Mama Bear
  • Julian Amos sebagai Norman
  • Grace Darling Smith sebagai Baby Bear
  • Craig Rees sebagai Simon
  • Mali Crowley sebagai Tortured Teenager
  • Susan Franks sebagai Jamie Robson Medler
  • Jimmy Roberts sebagai George
Mureks