ONIC Esports, tim berjuluk Raja Langit dari Indonesia, berhasil meraih kemenangan penting atas Boostgate Esports dalam babak Swiss Stage M7 World Championship yang berlangsung pada Sabtu, 10 Januari 2026. Pertandingan sengit ini berakhir dalam waktu sekitar 30 menit, menandai langkah awal ONIC di turnamen bergengsi tersebut.
Awal Pertandingan yang Mengejutkan dari Boostgate
Boostgate Esports, tim terbaik kedua dari Turki yang lolos ke Swiss Stage melalui babak wild card, menunjukkan performa mengejutkan sejak awal. Dengan bimbingan pelatih asal Indonesia, Tezet, Boostgate mampu memberikan perlawanan sengit. Sebelumnya, tim ini juga berhasil menumbangkan Virtus.pro, salah satu tim favorit, yang menunjukkan potensi ancaman mereka.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Pada fase early game, Boostgate berhasil mendominasi. First blood jatuh ke tangan Boostgate, dan tim yang diperkuat Kazue serta rekan-rekannya ini terus mengumpulkan gold dan mengamankan semua objektif. Duo andalan ONIC, Kairi dan Skylar, kesulitan mendapatkan kill, membuat ONIC tertinggal defisit gold yang mencapai 6 ribu.
Strategi Bertahan dan Momen Kebangkitan ONIC
Menghadapi tekanan awal, ONIC Esports memilih untuk masuk ke mode defensif. Mereka menampilkan pertahanan yang solid, meskipun hanya menyisakan satu tower utama. Harapan mulai muncul saat perebutan Lord, di mana ONIC berhasil bertahan hingga hanya menyisakan Kazue dari tim lawan, dan Kairi sukses mengamankan Lord tersebut.
Mureks merangkum, momen krusial ini menjadi titik balik bagi ONIC. Dengan momentum Lord di tangan, ONIC memulai serangan balik yang agresif. Defisit gold berhasil dikejar, bahkan ONIC berbalik unggul 2 ribu gold dari Boostgate. Namun, Boostgate tidak menyerah begitu saja; mereka juga bertahan dengan baik, menggagalkan upaya ONIC untuk segera mengakhiri pertandingan.
Pertarungan Sengit Menjelang Akhir
Pertarungan terus berlanjut hingga perebutan Lord kelima. Dalam momen krusial ini, pemain Boostgate, RX, berhasil mencuri Lord. Beruntungnya, aksi tersebut tidak memberikan dampak signifikan bagi ONIC. Serangkaian war terjadi di berbagai titik peta, dan ONIC selalu berhasil keluar sebagai pemenang.
Mendekati menit ke-30, ONIC akhirnya mendapatkan momentum yang tepat untuk menyelesaikan permainan dan mengunci kemenangan. Meskipun kalah, Boostgate patut mendapatkan apresiasi atas semangat juang dan pertahanan solid mereka yang mampu menahan gempuran ONIC selama durasi pertandingan yang cukup panjang.






