Hiburan

Mengintip Sisi Manusiawi di Balik Persona Publik KSI dalam Dokumenter ‘In Real Life’

: In Real Life (2023) membuka tirai kehidupan Olajide Olatunji, yang lebih dikenal sebagai KSI, seorang kreator global, musisi, dan petinju. Film berdurasi 93 menit ini menyajikan potret jujur tentang satu tahun paling padat dalam hidupnya, di mana panggung musik, ring tinju, dan kehidupan personal saling bertabrakan.

Disutradarai oleh Wes Pollitt dan diproduksi oleh Mindhouse Productions, dokumenter ini menghadirkan KSI sebagai dirinya sendiri, ditemani sang adik Deji Olatunji, keluarga inti, serta kekasihnya. Mereka semua tampil apa adanya, memberikan pandangan mendalam tentang manusia di balik persona publik yang kerap terlihat di layar.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.

Perjalanan Musik dan Tekanan Panggung

Salah satu sorotan utama dalam film ini adalah penampilan KSI di Reading & Leeds Festival. Momen tersebut secara gamblang memperlihatkan tekanan besar yang harus dihadapi saat tampil di hadapan puluhan ribu penonton, sekaligus ekspektasi tinggi sebagai seorang musisi. Dokumenter ini tidak hanya menampilkan kemegahan panggung, tetapi juga proses panjang latihan, keraguan, dan disiplin ketat yang harus dijalani demi penampilan maksimal.

Selain itu, kamera juga merekam proses kreatif KSI saat menggarap album studio ketiganya. Penonton diajak melihat dinamika di studio, diskusi musikal yang intens, serta pergulatan artistik untuk menemukan identitas suara yang jujur dan relevan. Dalam ringkasan Mureks, film ini berhasil menangkap esensi perjuangan seorang seniman dalam menciptakan karya.

Hubungan Keluarga dan Karier Tinju

Aspek keluarga menjadi pilar emosional yang kuat dalam KSI: In Real Life. Interaksi KSI dengan orang tua dan saudara-saudaranya, terutama Deji, menjadi benang merah yang menyentuh. Hubungan kakak-adik yang pernah diwarnai konflik masa lalu kini tampil lebih reflektif, apalagi ketika keduanya sama-sama menekuni dunia tinju.

Dokumenter ini mengikuti perjalanan karier tinju mereka, menampilkan latihan fisik yang keras, persiapan mental, hingga tekanan publik yang kerap memperkeruh hubungan personal. Film ini terasa jujur karena tidak menyembunyikan ketegangan, melainkan juga memperlihatkan upaya rekonsiliasi dan kedewasaan yang tumbuh seiring waktu.

Menyeimbangkan Cinta dan Karier

Kisah cinta KSI juga mendapat porsi penting dalam dokumenter ini. Film menyorot bagaimana ia menyeimbangkan hubungan dengan sang kekasih di tengah jadwal tur yang padat dan tuntutan karier yang tinggi. Momen-momen sederhana, percakapan intim, dan kompromi yang harus diambil memberikan konteks manusiawi pada figur publik yang sering diasosiasikan dengan sensasi dan prestasi.

Para pemeran yang tampil sebagai diri mereka sendiri meliputi Vikram Barn, Josh Bradley, Tobi Brown, Charlie Handsome, Harry Lewis, Simon Minter, Ethan Payne, Calvin Petrie, dan Jay Revell. Dengan rating 7.7/10, KSI: In Real Life menawarkan pandangan komprehensif tentang kehidupan Olajide Olatunji, menyingkap kerentanan dan kekuatan di balik citra publiknya.

Mureks