Hiburan

Sistem Matchmaking ‘Agresi’ Arc Raiders: Inovasi Cerdas yang Dinilai Penting untuk Pengalaman Bermain

Pengembang game third-person shooter Arc Raiders, Embark Studios, baru-baru ini mengonfirmasi implementasi sistem matchmaking berbasis agresi yang kontroversial. Sistem ini dirancang untuk memasangkan pemain berdasarkan kecenderungan mereka dalam berinteraksi, baik untuk PvP (Player versus Player) maupun PvE (Player versus Environment).

Konfirmasi ini datang dari Patrick Söderlund, pimpinan Embark Studios, dalam sebuah wawancara dengan Games Beat. Menurut Söderlund, sistem tersebut telah diterapkan melalui pembaruan backend terbaru, bertujuan untuk menciptakan pengalaman bermain yang lebih sesuai dengan gaya masing-masing pemain.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Mekanisme Matchmaking Berbasis Agresi

Patrick Söderlund menjelaskan secara gamblang bagaimana sistem ini bekerja. “Kami memperkenalkan sistem di mana kami juga melakukan matchmaking berdasarkan seberapa rentan Anda terhadap PvP atau PvE,” ujarnya.

“So if your preference is to do PvE and you have less conflict with players … you’ll get more matched up [with that sort of play]. Obviously, it’s not a full science.”

Pernyataan ini mengindikasikan bahwa pemain yang cenderung menghindari konflik dengan sesama pemain akan lebih sering bertemu dengan pemain lain yang memiliki preferensi serupa. Sebaliknya, pemain yang agresif dalam PvP akan dipasangkan dengan pemain yang juga gemar bertarung.

Dinamika Komunitas yang Unik

Penerapan sistem ini menjelaskan mengapa pengalaman bermain di Arc Raiders sangat bervariasi antar pemain. Mureks mencatat bahwa beberapa pemain melaporkan lobi solo yang “tenang dan damai”, di mana “Jangan tembak” menjadi sapaan umum antar pemain.

Penulis artikel ini, misalnya, hanya mencatat kurang dari 15 kill pemain dalam lebih dari 50 jam bermain, yang semuanya dilakukan untuk membela diri. Namun, di sisi lain, banyak pemain lain yang justru merasakan lobi yang “berdarah dan dingin”, penuh dengan baku tembak dan konflik.

Perbedaan pengalaman ini, menurut Embark Studios, bukan semata-mata karena faktor regional atau platform, melainkan perilaku pemain itu sendiri yang secara langsung membentuk dinamika setiap lobi.

Bukan Penilaian, Melainkan Moderasi

Beberapa pemain merasa “dihakimi secara tidak adil” karena memilih untuk terlibat dalam PvP, terutama dalam mode trio di mana mentalitas kekuatan kelompok seringkali memicu lebih banyak konflik. Namun, sudut pandang ini dinilai keliru.

Arc Raiders memiliki insentif yang berbeda dari kebanyakan shooter kompetitif lainnya seperti Hunt: Showdown atau Escape From Tarkov, yang hanya berfokus pada keterampilan membunuh lawan. Dalam game-game tersebut, rasio K/D (Kill/Death) adalah simbol status positif.

Sebaliknya, Arc Raiders tidak mengagungkan keterampilan membunuh. Poin pengalaman (XP) diberikan berdasarkan jenis raid yang diselesaikan. Pemain bisa mendapatkan lebih banyak XP hanya dengan bertahan hidup dalam pertandingan penuh dan menjarah ruangan berbahaya, dibandingkan dengan membunuh dua pemain lalu melarikan diri.

Papan peringkat (leaderboard) yang tersedia (Trials) juga berfokus pada kontes 100 pemain lokal untuk siapa yang dapat menjarah kotak terbanyak atau menghancurkan tawon terbanyak dalam seminggu, bukan jumlah kill. Tidak ada lencana profil yang mencatat total jumlah kill atau koleksi dog tag dari korban.

Pentingnya Matchmaking Berbasis Agresi

Sistem ini menunjukkan kualitas unik Arc Raiders yang menyerupai MMO (Massively Multiplayer Online) dan extraction shooter secara lebih luas, di mana ada alasan untuk matchmaking di luar murni keterampilan. Jika matchmaking menjadi persyaratan dalam jenis shooter semacam ini, maka matchmaking berbasis agresi tidak hanya dibutuhkan, tetapi harus dianggap sebagai permulaan dari inovasi lebih lanjut.

Embark Studios tidak membuat penilaian moral dengan menempatkan beberapa pemain ke dalam “kolam pembunuh”. Sebaliknya, mereka berupaya memoderasi game yang dirancang untuk menjadi lebih dari sekadar deathmatch. Sistem ini, menurut Mureks, terbukti efektif sejauh ini, bahkan memberikan penghargaan kepada pemain yang memilih untuk bermain secara kooperatif.

Referensi penulisan: www.pcgamer.com

Mureks