Rabu, 07 Januari 2026, Nvidia secara resmi meluncurkan pembaruan teknologi upscaling mereka, DLSS 4.5, yang kini tersedia untuk semua pemilik GPU RTX. Pembaruan ini menjanjikan peningkatan signifikan pada kualitas visual dan frame rate dalam permainan. Namun, di tengah euforia tersebut, sejumlah kritikus dan komunitas gamer masih menyoroti isu latensi yang kerap menyertai teknologi frame generation, sebuah fitur yang menjadi fokus utama Nvidia dalam beberapa tahun terakhir.
DLSS 4.5: Peningkatan Visual dan Ketersediaan Luas
Pembaruan DLSS 4.5 ini hadir dengan peningkatan pada model transformer generasi kedua untuk super resolution dan perluasan kapabilitas Multi Frame Generation. Bryan Catanzaro, VP of Applied Deep Learning Research di Nvidia, menjelaskan, “Kami telah secara dramatis meningkatkan super resolution dengan model transformer generasi kedua yang baru, dan kami telah memperluas kapabilitas Multi Frame Generation.”
Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Catanzaro menambahkan, “Peningkatan ini membuat performa super resolution dan mode ultra performance jauh lebih baik. Ini memiliki anti-aliasing yang superior untuk tepi yang lebih halus, gameplay yang lebih jernih bahkan dengan objek bergerak cepat, dan stabilitas temporal yang lebih baik dari frame ke frame.” Secara esensial, kualitas gambar saat menggunakan pengaturan DLSS ini diklaim memiliki lebih sedikit noise, tepi yang tidak bergerigi, dan tampilan keseluruhan yang lebih enak dipandang.
Langkah Nvidia untuk menyediakan pembaruan ini bagi semua pemilik GPU RTX dianggap mirip dengan strategi AMD yang membuat FSR (FidelityFX Super Resolution) tersedia di semua GPU melalui level driver, bahkan untuk game yang tidak didukung secara resmi. Ini merupakan pembaruan kualitas hidup yang sangat baik bagi pengguna GPU lama yang mengandalkan pengaturan performa dan ultra performa DLSS.
Sorotan Terhadap Latensi dan “Fake Frames”
Meskipun pembaruan ini disambut baik, banyak gamer PC yang merasa gelisah berharap Nvidia akan lebih fokus pada masalah latensi yang muncul saat menggunakan teknologi upscaling ini. Sejak pengumuman GPU Seri RTX 50 tahun lalu di CES, pendekatan Nvidia terhadap komputasi grafis generasi saat ini telah menuai kritik, terutama karena frame generation berbasis AI—yang belakangan dijuluki “fake frames“—menjadi prioritas utama dibandingkan nilai uang dari kekuatan hardware yang dapat dimiliki konsumen.
Saat menggunakan pengaturan frame generation yang lebih tinggi, seperti 4x, kualitas gambar cenderung memburuk, dan tingkat latensi yang terasa “mengambang” serta tidak nyaman mulai terlihat. Ini menjadi poin penting mengingat frame generation adalah salah satu nilai jual utama GPU Seri RTX 50.
Mureks mencatat bahwa teknologi Nvidia Reflex, yang dirancang untuk mengatasi latensi akibat upscaling, tampaknya tidak mendapatkan perhatian yang sama dengan teknologi peningkat frame rate. Reflex, yang diluncurkan pada tahun 2020, kini terasa lebih vital bagi pemilik RTX, terutama dengan hadirnya Multi Frame Generation (MFG) 6x yang diperbarui, yang dikhawatirkan akan semakin memperberat tugas Reflex.
Dalam sebuah perbandingan side-by-side yang ditunjukkan Nvidia untuk game Black Myth Wukong, DLSS 4 dengan MFG 4x menghasilkan 185fps, sementara DLSS 4.5 dengan MFG 6x menghasilkan 245fps. Namun, peningkatan frame rate ini datang dengan latensi sebesar 53ms. Angka ini, meskipun mungkin tidak terasa banyak dalam waktu nyata, mengkonfirmasi kekhawatiran tentang dampak latensi pada pengalaman bermain game.
Tim redaksi Mureks berharap pembaruan DLSS 4.5 dari CES 2026 akan lebih berfokus pada meminimalkan latensi sistem saat menggunakan suite upscaling terbaru, daripada hanya meningkatkan frame rate yang berpotensi memperburuk masalah latensi. Dynamic Frame Gen, yang akan hadir akhir tahun ini, diharapkan dapat membantu menyeimbangkan lonjakan frame dan latensi yang lebih besar. Namun, absennya “Reflex 2” yang secara khusus dirancang untuk mengatasi kritik terhadap “fake frames” Nvidia masih menjadi pertanyaan besar di kalangan komunitas gamer.






