Internasional

Purbaya: “Siapa yang Begitu? Saya Kejar!” Tegaskan Pemerintah Tak Mundur soal Aturan DHE

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak akan mundur dari kebijakan baru kewajiban devisa hasil ekspor (DHE), meskipun menghadapi protes dari sektor usaha kelapa sawit. Menurut Purbaya, protes tersebut tidak proporsional mengingat sektor kelapa sawit, yang merupakan salah satu andalan ekspor Indonesia, belum mampu meningkatkan cadangan devisa negara secara signifikan selama bertahun-tahun, yang hanya bergerak di kisaran US$150 miliar.

“Jadi ya biar saja. Kenapa selama ini memanipulasi sistem? Terpaksa kita lakukan itu karena untuk menutup kebocoran. Biar saja protes, kan peraturan kita yang bikin kan,” kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Aturan DHE Terbaru Telah Ditandatangani Presiden

Purbaya mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani peraturan terbaru DHE sejak Jumat pekan lalu. Regulasi ini merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2023 tentang devisa hasil ekspor (DHE).

Dengan berlakunya peraturan terbaru per 1 Januari 2026, Purbaya memastikan para eksportir, termasuk eksportir sawit, tidak lagi bisa memanipulasi kewajibannya. Mereka kini wajib menempatkan 100% dolar hasil ekspornya di sistem perbankan dalam negeri, yakni di Bank Himbara, dan 50% dari penempatan tersebut hanya diperkenankan untuk dikonversi ke rupiah.

“Kalau dia enggak taruh uangnya di luar, taruh di sini, kan cadangan devisanya kenceng tuh. rupiah akan stabilkan, anda enggak nyalahin saya lagi rupiahnya lemah terus. Walaupun bursa saham naik tapi rupiah loyo, walaupun ekonomi bagus tapi rupiah loyo. kan gamau gitu terus kan anda?” tegas Purbaya.

Cadangan Devisa Stagnan, Purbaya Heran Ada Keluhan

Menurut Purbaya, PP DHE selama ini memang belum mampu memperkuat cadangan devisa Indonesia. Hal ini terjadi meskipun neraca perdagangan hingga November 2025 telah surplus selama 67 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Mureks mencatat bahwa kondisi ini menunjukkan adanya celah yang perlu diperbaiki dalam sistem DHE sebelumnya.

“Kan agak aneh. Terus kita berkutat di US$ 150 miliar (Cadev), sudah bertahun-tahun. Artinya yang kebijakan dia kemarin kurang berhasil. Jadi kita coba perbaiki seperti ini, nanti kita lihat dampaknya seperti apa. harusnya positif,” ucap Purbaya.

Oleh sebab itu, Purbaya mengaku heran masih ada eksportir yang mengeluhkan aturan DHE, padahal cadangan devisa RI tidak mampu tumbuh kencang untuk stabilisasi kurs. Ia pun berjanji akan mengejar pihak-pihak yang tidak patuh terhadap aturan DHE baru.

“Kalau ada yang ngeluh-ngeluh, ya biar aja ngeluh. Kenapa kemarin mereka bermain-main? ngaku enggak nanti? siapa yang gitu? nanti saya kejar,” ujar Purbaya.

Mureks