Internasional

Kemlu RI Pastikan Tiga WNI Terjebak di Pulau Socotra Yaman Segera Dipulangkan

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI tengah mengintensifkan upaya pemulangan tiga warga negara Indonesia (WNI) yang dilaporkan terjebak di Pulau Socotra, Yaman. Wilayah yang kerap dijuluki “Pulau Dajjal” ini menjadi lokasi terdamparnya para WNI setelah penutupan wilayah udara Yaman.

Duta Besar RI untuk Oman dan Yaman, Mohamad Irzan Djohan, pada Kamis (8/1) memastikan bahwa Kedutaan Besar RI (KBRI) di Muscat terus menjalin komunikasi dan koordinasi erat dengan Kemlu Yaman serta maskapai Yemenia. “KBRI melakukan komunikasi dan koordinasi intens dengan Kemlu Yaman dan maskapai Yemenia untuk memastikan para WNI dapat mengikuti penerbangan Socotra-Jeddah selanjutnya,” ujar Dubes Irzan Djohan, seperti rilis yang diterima tim redaksi Mureks.

Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id

Kemlu Yaman telah mengonfirmasi bahwa nama ketiga WNI tersebut telah masuk dalam daftar penumpang penerbangan Yemenia Airways IY 5000 rute Socotra-Jeddah. Penerbangan ini dijadwalkan pada Jumat, 9 Januari 2026.

“Tiket WNI telah di issued untuk penerbangan Yemenia Airways IY 5000 pada 9 Januari 2026, dengan jadwal keberangkatan dari Socotra pada pukul 10.30 dan tiba di Jeddah pukul 13.30,” tambah Dubes Irzan Djohan, merinci jadwal keberangkatan dan kedatangan.

Kronologi Terjebaknya WNI di Socotra

Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, menjelaskan kronologi insiden ini dalam konferensi pers di Gedung Palapa, Kemlu, Jakarta, pada Kamis (8/1). Menurut Heni, para WNI tersebut tidak dapat meninggalkan Socotra akibat tidak adanya penerbangan yang beroperasi.

Penutupan wilayah udara Yaman oleh pemerintah Saudi menjadi penyebab utama. “Mereka terjebak di Socotra akibat wilayah udara di Yaman ditutup pemerintah Saudi pada saat serangan militer ke pelabuhan Mukalla Yaman pada tanggal 30 Desember lalu,” terang Heni.

Ia menegaskan kembali, “Para WNI ini tak dapat keluar dari Socotra karena tidak ada penerbangan yang beroperasi.”

Lebih lanjut, Heni mengungkapkan bahwa ketiga WNI tersebut memasuki Pulau Socotra melalui jasa operator wisata yang berbasis di Uni Emirat Arab. Insiden ini menyoroti kompleksitas perjalanan di wilayah konflik dan pentingnya koordinasi antarnegara untuk keselamatan warga.

Mureks