Keuangan

Purbaya: IHSG Tembus 9.000, Indikasi Kuat Kepercayaan Investor Dorong Optimisme Ekonomi Nasional

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus level psikologis 9.000 pada perdagangan Jumat, 9 Januari 2026, memicu optimisme kuat dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Kinerja pasar saham ini dinilai mencerminkan pulihnya kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi nasional dan arah kebijakan pemerintah ke depan, dengan proyeksi kenaikan berlanjut hingga tahun 2026.

Sinyal Positif dari Kinerja IHSG

Dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta pada Kamis (8/1/2025), Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya bahwa Indeks Harga Saham Gabungan akan terus menunjukkan tren positif. Ia menyoroti performa IHSG sepanjang 2025 yang ditutup di level 8.646, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya.

Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id

Menurut Purbaya, penguatan ini merupakan respons positif pelaku pasar terhadap berbagai kebijakan dan program pemerintah yang mulai menunjukkan hasil nyata. “Sepertinya akan berlanjut terus kenaikannya di 2026. Kalau liat tadi sempet menembus 9.000,” ujar Purbaya.

Pencapaian ini, lanjutnya, menjadi indikator bahwa pasar memiliki keyakinan terhadap fundamental ekonomi Indonesia, meskipun tantangan global masih membayangi.

Kepercayaan Investor Mulai Pulih

Faktor utama di balik penguatan IHSG adalah pulihnya kepercayaan investor, baik domestik maupun asing. Purbaya mengakui kepercayaan tersebut belum sepenuhnya kembali, namun sudah menunjukkan arah yang positif. Investor, menurutnya, melihat keseriusan pemerintah dalam menjalankan program pembangunan dan reformasi ekonomi.

“Mereka (investor) pasti melihat juga walaupun belum penuh impact dari program pembangunan yang disebutkan selama ini. Mereka (pemerintah) bekerja serius dan dampak ke ekonomi mulai kelihatan sehingga di akhir triwulan tahun lalu ekonomi berbalik arah,” jelas Purbaya.

Pemulihan kepercayaan ini dianggap krusial untuk menjaga stabilitas pasar keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Aliran Modal Asing Kembali Mengalir

Minat investor asing terhadap pasar domestik juga meningkat signifikan. Catatan Mureks menunjukkan, aliran modal asing kembali masuk ke berbagai instrumen keuangan Indonesia sepanjang akhir 2025.

  • Di pasar surat berharga negara (SBN), tercatat inflow sebesar Rp 6,49 triliun pada Desember 2025.
  • Sementara itu, di pasar Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), aliran modal asing mencapai Rp 27,40 triliun.
  • Adapun di pasar saham, inflow asing tercatat sebesar Rp 12,24 triliun.

“Artinya asing sudah masuk ke sini lagi. Inflow kan asing. Sudah masuk ke sini lagi. Kredibilitas ekonomi dan pasar keuangan sudah kembali saya yakin akan terus berlanjut 2026,” tegas Purbaya.

Ia menambahkan, kembalinya aliran modal asing adalah sinyal kuat bahwa Indonesia kembali dipandang menarik sebagai tujuan investasi global, didorong oleh kepercayaan terhadap pengelolaan ekonomi nasional.

Rekor Baru, Awal Perjalanan

Pada perdagangan Jumat (9/1/2026), IHSG sempat menyentuh level 9.002,92. Meskipun mengalami koreksi ringan, indeks tetap berada di zona penguatan dengan kenaikan 0,45 persen, berada di level 8.985,39 pada pukul 10.36 WIB.

Purbaya menilai capaian ini bukan titik akhir, melainkan awal dari potensi kenaikan lanjutan. “Jadi IHSG yang naik ke 9.000 baru awal. Perkiraan saya akan naik terus karena ekonomi kita akan kita manage terus ke depan,” terangnya.

Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas makroekonomi, memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter, serta memastikan program pembangunan berjalan efektif untuk menopang kepercayaan investor dan menjaga momentum positif pasar saham nasional.

Mureks