Tren

PSSI Aceh Salurkan 2.000 Paket Kebutuhan Pokok untuk Insan Sepak Bola Terdampak Bencana

BANDA ACEH – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Aceh telah menyalurkan 2.000 paket kebutuhan pokok kepada pengurus dan insan sepak bola di sejumlah kabupaten/kota yang terdampak banjir dan longsor. Bantuan ini didistribusikan di provinsi paling ujung barat Indonesia tersebut mulai Kamis (01/01/2026).

Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Aceh, Nazir Adam, menjelaskan bahwa distribusi bantuan dilakukan selama tiga hari berturut-turut. Penyaluran disesuaikan dengan kondisi wilayah serta akses ke daerah-daerah yang terdampak bencana.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

“Bantuan berupa kebutuhan pokok ini kami salurkan kepada pengurus dan insan sepak bola melalui PSSI kabupaten/kota di daerah terdampak bencana,” kata Nazir Adam di Banda Aceh, Kamis (01/01/2026).

Nazir Adam berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga besar sepak bola Aceh yang menjadi korban. Penerima bantuan meliputi atlet, wasit, pelatih, hingga pengurus yang terdampak musibah.

Mureks mencatat bahwa bencana tersebut tidak hanya berdampak pada kehidupan sosial masyarakat, tetapi juga menghentikan sementara aktivitas pembinaan dan kompetisi sepak bola di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh. Banyak insan sepak bola yang kehilangan tempat tinggal atau mata pencarian akibat musibah ini.

“Kami memahami banyak insan sepak bola yang juga menjadi korban. Ada yang rumahnya terendam, ada pula kehilangan mata pencarian. Oleh karena itu, PSSI Aceh merasa perlu hadir di tengah kondisi sulit ini,” tegas Nazir Adam.

Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas PSSI Aceh terhadap komunitas sepak bola di daerah. Meskipun jumlahnya terbatas, dukungan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar para penerima pada masa darurat.

“Bantuan ini memang tidak seberapa, tetapi setidaknya kami ingin berbagi dan menunjukkan bahwa mereka tidak sendiri menghadapi musibah ini,” ujar Nazir Adam.

Ketua PSSI Aceh itu juga berharap kondisi para korban segera pulih. Dengan demikian, aktivitas masyarakat, termasuk pembinaan sepak bola usia dini hingga kompetisi daerah, dapat kembali berjalan normal.

PSSI Aceh, kata Nazir, akan terus berkoordinasi dengan asosiasi kabupaten dan kota untuk memantau kondisi lapangan. Hal ini penting untuk menyesuaikan agenda pembinaan ke depan.

“Sepak bola Aceh tidak boleh berhenti. Setelah masa darurat ini berlalu, kami ingin memastikan pembinaan tetap berjalan dan semangat para atlet tetap terjaga,” katanya.

Nazir Adam turut menyampaikan apresiasi kepada Grha Gemah Nusa (GGN) Foundation serta seluruh pihak yang telah mendukung program bantuan ini. Menurutnya, dukungan tersebut menunjukkan bahwa sepak bola bukan hanya tentang pertandingan dan prestasi, tetapi juga tentang solidaritas dan tanggung jawab sosial.

“Kami berterima kasih kepada Ratu Tisha Destrian selaku Founder GGN Foundation sekaligus Wakil Ketua Umum PSSI dan juga kepada Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi atas dukungan dan kepeduliannya terhadap insan sepak bola Aceh,” pungkas Nazir Adam.

Mureks