Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan akan memimpin delegasi Indonesia dalam World Economic Forum (WEF) 2026 yang akan berlangsung di Davos, Swiss, pada 19-23 Januari 2026. Kehadiran ini menandai partisipasi kembali Indonesia setelah absen lebih dari satu dekade dari forum ekonomi global paling berpengaruh tersebut.
WEF, yang telah berdiri sejak tahun 1971, berpegang pada keyakinan kuat bahwa kolaborasi antara para pemimpin lintas sektor merupakan kunci utama untuk memahami tantangan global dan bersama-sama memajukan dunia. Pertemuan tahunan di Davos ini secara konsisten menyatukan para pemimpin dari berbagai industri, wilayah, dan generasi untuk berkolaborasi melalui inisiatif dan dialog yang bertujuan mengubah ide menjadi tindakan nyata.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Delegasi Indonesia dan Harapan di Davos
Delegasi Indonesia di WEF 2026 tidak hanya akan terdiri dari perwakilan pemerintah, tetapi juga melibatkan sektor swasta. Mureks mencatat bahwa lebih dari 2.000 partisipan telah mendaftar untuk hadir di Pavilion Indonesia, dengan lebih dari 800 partisipan diharapkan memeriahkan Indonesian Night, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap partisipasi Indonesia.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa WEF adalah ruang strategis bagi Indonesia. “WEF menjadi ruang strategis untuk menyampaikan kemajuan dan arah pembangunan Indonesia kepada para pemimpin dunia serta investor internasional,” ungkap Rosan, dikutip pada Rabu (7/1/2026).
Rosan menambahkan bahwa Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM bersama Danantara tengah memfinalisasi seluruh persiapan, termasuk sponsorship resmi Indonesia. Hal ini dilakukan “agar kita hadir dengan pesan yang solid, terkoordinasi, dan citra terbaik di panggung global,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Arsjad Rasjid, meyakini bahwa WEF merupakan momen krusial bagi para pemangku kebijakan di tingkat dunia. Menurut Arsjad, forum ini adalah waktu yang tepat “untuk berdiskusi dan mencari solusi atas isu-isu ekonomi yang berdampak secara global.”
WEF 2026 sendiri akan mengusung tema ‘A Spirit of Dialogue’. Forum ini diharapkan dapat mengatasi berbagai tantangan global yang mendesak, mulai dari stabilitas ekonomi, kepercayaan digital, hingga ketahanan iklim.
Referensi penulisan: www.cnbcindonesia.com






