Presiden Kolombia Gustavo Petro mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera menggelar pertemuan darurat menyusul serangan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap ibu kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu dini hari.
Ledakan keras dilaporkan terdengar di berbagai titik di Caracas sekitar pukul 01.50 waktu setempat pada Sabtu (3/1/2026). Militer AS kemudian mengakui keterlibatannya dalam serangan yang menargetkan Caracas tersebut. Namun, baik Pentagon maupun Gedung Putih masih belum memberikan komentar resmi terkait insiden ini.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Melalui akun X pribadinya, Presiden Petro menyampaikan kekhawatirannya. “Sekarang mereka sedang memborbardir Caracas. Beri tahu dunia, Venezuela telah diserang,” tulis Petro, tanpa menjelaskan secara rinci sumber informasinya atau siapa yang dimaksud dengan “mereka”.
Petro melanjutkan desakannya agar komunitas internasional bertindak. “Mereka mengebom dengan rudal. Organisasi Negara-Negara Amerika (OAS) dan PBB harus segera mengadakan pertemuan,” tambahnya.
Mureks mencatat bahwa insiden ini terjadi di tengah memanasnya hubungan antara AS dan Venezuela. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menuduh kapal-kapal Venezuela memasuki wilayah AS untuk mengedarkan narkoba. Tuduhan ini mendorong pemerintahan Trump meluncurkan operasi militer untuk menyerang kapal-kapal yang dicurigai membawa narkoba ke AS, yang dilaporkan menewaskan setidaknya 107 orang.
Selain itu, Trump juga pernah menuduh Presiden Venezuela Nicolas Maduro memimpin kartel narkoba, sebuah tuduhan yang dibantah tegas oleh Maduro. Maduro menyatakan bahwa tuduhan tersebut merupakan upaya Trump untuk melengserkannya dari jabatan.






