Internasional

Prabowo di Hambalang: “Terima Kasih Sedalam-dalamnya” untuk Kerja Keras Kabinet Merah Putih

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih atas dedikasi dan kerja keras mereka sejak dilantik pada Oktober 2024. Ucapan terima kasih ini disampaikan Prabowo dalam taklimat awal tahun yang menjadi bagian dari rangkaian retret Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Selasa, 6 Januari 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo secara lugas mengungkapkan rasa syukurnya. “Saudara-saudara sekalian, dengan ini saya ingin menggunakan kesempatan pertama di awal taklimat saya untuk menyampaikan terima kasih saya yang sedalam-dalamnya, dari hati saya, terima kasih saya sebagai presiden, sebagai pemimpin, sebagai penerima mandat, dari rakyat Indonesia, sebagai boleh dikatakan nakhoda, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada pembantu-pembantu saya yang paling inti,” ujar Prabowo.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.

Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya itu secara spesifik menyebutkan para pejabat yang dimaksud. “Saudara-saudara para menko, para menteri, para kepala badan, wakil kepala badan, pejabat-lembaga tinggi negara yang sangat penting, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, Kepala BIN,” lanjutnya.

Menurut Prabowo, kinerja yang dilaporkan kepada rakyat sebagai presiden tidak terlepas dari kontribusi dan kerja keras seluruh anggota Kabinet Merah Putih, meskipun mereka tidak terlalu sering berkumpul secara fisik. Mureks mencatat bahwa retret ini menjadi salah satu momen kebersamaan intensif kabinet.

Lebih lanjut, Prabowo memuji inisiatif, pemahaman, dan keberanian yang ditunjukkan oleh jajaran kabinetnya. Ia menekankan bahwa mengambil keputusan dan inisiatif memerlukan keberanian, bukan sekadar menunggu arahan.

“Yang paling aman, paling gampang tidak berbuat apa-apa atau menunggu petunjuk. Tetapi, pemimpin sejati, pemimpin sebenarnya, adalah mereka yang memahami strategi besar, memahami tujuan, memahami direktif pemimpin,” tegas Prabowo.

Mantan menteri pertahanan itu menambahkan, para pemimpin yang efektif memahami arah besar dan petunjuk umum, sehingga tidak setiap keputusan harus menunggu petunjuk atasan. Ini menunjukkan filosofi kepemimpinan yang mendorong otonomi dan inisiatif di kalangan pembantunya.

Mureks