Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan ketersediaan stok beras dan bantuan pangan di wilayah Sumatra dalam kondisi memadai. Penyaluran bantuan tanggap darurat saat ini difokuskan ke provinsi terdampak banjir, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, dengan volume yang ditingkatkan secara signifikan.
Rizal menjelaskan, Bulog menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto dengan menetapkan tiga skala prioritas dalam penyaluran bantuan. Prioritas tersebut mencakup daerah yang benar-benar terisolir, wilayah yang paling membutuhkan, serta area yang terpapar bencana. Selain itu, sesuai instruksi Presiden Prabowo dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, volume stok bantuan pangan yang disalurkan juga dilipatgandakan.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Peningkatan Bantuan di Aceh
Sebagai contoh, kebutuhan bantuan untuk Aceh yang semula diusulkan antara 1.000 hingga 5.000 ton, kini ditingkatkan menjadi tiga kali lipat. Langkah serupa juga diterapkan untuk Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Untuk wilayah Aceh, Bulog mengoperasikan 15 gudang yang tersebar hampir di seluruh kabupaten, dengan kondisi stok yang memadai.
Catatan Mureks menunjukkan, total Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Aceh mencapai 64.889 ton, didukung oleh 307.220 liter minyak goreng. Dari jumlah tersebut, cadangan beras untuk bencana alam yang telah disalurkan kepada masyarakat terdampak mencapai 12.561 ton, ditambah cadangan beras daerah sebanyak 154 ton.
Atas permintaan Gubernur Aceh, Bulog juga telah menyalurkan tambahan 5.000 ton beras yang kini sudah terdistribusi ke seluruh kabupaten dan kota. Bantuan pangan beras sesuai instruksi Prabowo yang disalurkan ke Aceh mencapai 8.922 ton, serta bantuan minyak goreng sebanyak 1.784 liter. Penyaluran awal diprioritaskan ke wilayah yang sempat terisolir seperti Bener Meriah dan Takengon, kemudian dilanjutkan ke Aceh Tamiang dan daerah terdampak lainnya. “Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa beras, minyak, dan gula, tetapi juga dana serta pakaian layak pakai,” ujar Rizal dalam konferensi pers di kantor pusat BNPB, Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Kondisi Stok di Sumatra Utara dan Sumatra Barat
Di Sumatra Utara, Bulog mengoperasikan sekitar 19 titik gudang dengan kondisi stok yang juga dinilai cukup. Per Januari 2026, cadangan pangan di wilayah ini tercatat sebesar 17.904 ton, sedangkan stok minyak goreng mencapai sekitar 284.588 kiloliter. Bantuan beras pemerintah untuk bencana di Sumatra Utara telah terdistribusi mencapai 5.098 ton, ditambah bantuan dari pemerintah daerah sekitar 57 ton. Selain itu, bantuan pangan beras kepada masyarakat tercatat sebesar 15.211 ton, serta bantuan minyak goreng sebanyak 3.042 ton. Menurut Rizal, proses penyaluran di Sumatra Utara berjalan relatif lancar karena tingkat dampak bencana tidak seberat di Aceh.
Sementara itu di Sumatra Barat, Bulog memiliki hampir 12 gudang dengan kondisi stok yang hampir penuh. Hingga 8 Januari 2026, stok beras di wilayah ini tercatat sebesar 5.508 ton, dengan tambahan sekitar 30.000 ton dalam perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Padang. Stok minyak goreng tersedia sebanyak 15.928 kiloliter. Bantuan beras untuk Sumatra Barat yang telah disalurkan mencapai 1.069 ton, ditambah bantuan antardaerah sebesar 160 ton. Selain itu, bantuan pangan beras kepada masyarakat mencapai 6.795 ton, serta bantuan minyak goreng sebanyak 1.359 kiloliter.
“Seperti di wilayah lainnya, bantuan juga mencakup dana, pakaian layak pakai, serta perlengkapan kebutuhan dasar lainnya. Penanganan bencana di Sumatra Barat dinilai berjalan cepat dan tanggap darurat telah selesai berkat sinergi berbagai pihak,” sebut Rizal.
Secara keseluruhan, Rizal mengatakan, penyaluran bantuan pangan di tiga provinsi tersebut dapat berjalan berkat dukungan dan sinergi lintas instansi, termasuk TNI, Polri, dan BNPB, yang membantu distribusi logistik melalui jalur darat, laut, maupun udara. “Bulog menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan dukungan logistik bagi masyarakat yang terdampak bencana,” pungkasnya.






