Keuangan

Porsi Asing di Vale Indonesia (INCO) Meningkat, Saham Domestik Tergerus, Operasi Tambang Terhenti

JAKARTA, Mureks – Komposisi kepemilikan saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengalami pergeseran signifikan menjelang akhir tahun 2025. Data terbaru menunjukkan peningkatan porsi pemodal asing, sementara kepemilikan investor domestik justru tergerus.

Berdasarkan laporan emiten pertambangan nikel tersebut yang disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (8/1/2026), porsi pemodal asing naik dari 52,48 persen pada November 2025 menjadi 53,34 persen pada Desember 2025. Peningkatan ini menambah kepemilikan asing menjadi total 5,62 miliar saham.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.

Sebaliknya, kepemilikan pemodal nasional mencatat penurunan. Dari 5,01 miliar saham atau 47,52 persen pada November, angkanya menyusut menjadi 4,92 miliar saham atau setara 46,66 persen pada Desember di tahun yang sama. Mureks mencatat bahwa kendati terjadi pergeseran kepemilikan, tidak ada perubahan pada porsi saham disetor maupun mutasi berupa pemindahan hak, pemecahan, atau penggabungan saham sepanjang periode tersebut.

Struktur Pemegang Saham Utama Tetap Stabil

Meskipun ada pergeseran di tingkat kepemilikan publik, struktur pemegang saham utama dengan porsi di atas 5 persen di INCO masih relatif stabil. PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID tetap menjadi pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 3,58 miliar saham atau 34 persen.

Diikuti oleh Vale Canada Limited yang menguasai 3,57 miliar saham atau 33,88 persen, serta Sumitomo Metal Mining Co., Ltd. dengan 1,21 miliar saham atau 11,48 persen. Secara kumulatif, ketiga pemegang saham utama ini menguasai mayoritas saham Vale Indonesia, tepatnya 79,36 persen. Sementara itu, kepemilikan saham oleh publik dengan porsi di bawah 5 persen tercatat sekitar 20,64 persen.

Saham INCO Tertekan, Operasi Tambang Dihentikan Sementara

Pada perdagangan Kamis siang ini, saham INCO mengalami tekanan jual yang cukup dalam. Hingga pukul 12.13 WIB, harga saham INCO anjlok 275 poin atau 4,35 persen, bergerak ke level Rp 6.050 per saham. Sejak awal perdagangan, saham INCO langsung bergerak melemah. Harga sempat dibuka di area atas dan menyentuh level tertinggi harian di sekitar Rp 6.325, sebelum tekanan pasar menyeret saham ke level terendah di kisaran Rp 5.850.

Penurunan harga saham ini beriringan dengan pengumuman penghentian sementara kegiatan operasi pertambangan Vale Indonesia di seluruh wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Penghentian ini dilakukan lantaran persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Tahun 2026 belum diterbitkan oleh pihak berwenang.

Mureks