Keuangan

Pensiun dengan Triliunan Rupiah, Warren Buffett Ungkap Kunci Kekayaan: Mulai Sejak Muda dan Bunga Majemuk

Investor kawakan asal Amerika Serikat, , telah resmi melepas jabatannya sebagai CEO pada akhir 2025. Pria yang dijuluki Oracle of Omaha ini meninggalkan warisan berupa perusahaan dengan valuasi lebih dari US$1 triliun, serta kekayaan pribadi sekitar US$150 miliar, atau setara Rp2.526,3 triliun, dengan asumsi kurs Rp16.842 per dolar AS.

Karier Buffett yang nyaris mustahil ditiru ini tidak pernah menghentikan publik untuk terus mencari nasihat darinya mengenai cara membangun kekayaan. Dalam rapat tahunan Berkshire Hathaway pada tahun 1999, seorang pemegang saham pernah menanyakan bagaimana ia bisa membangun kekayaan hingga US$30 miliar.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id

Kunci Kekayaan ala Warren Buffett: Memulai Sejak Dini

Jawaban Buffett saat itu singkat namun penuh makna. “Mulailah sejak muda,” kata Buffett sambil terkekeh, seperti dikutip dari CNBC Make It pada Minggu (11/1/2026). Ia menganalogikan proses membangun kekayaan seperti bola salju yang menggelinding dari atas bukit panjang.

“Jadi, kami mulai sejak usia sangat muda dengan menggulirkan bola salju ke bawah, dan tentu saja… sifat bunga majemuk adalah berperilaku seperti bola salju,” jelasnya. Bunga majemuk adalah fenomena di mana investor memperoleh imbal hasil dari modal awal, kemudian dari modal yang telah bertambah dengan keuntungan sebelumnya, dan seterusnya. Konsep ini sering disebut para profesional investasi sebagai ‘sihir’ karena kemampuannya melipatgandakan aset secara eksponensial.

Buffett menekankan, trik untuk membangun bola salju yang besar adalah memiliki bukit yang sangat panjang. Ini berarti memulai investasi sejak usia sangat muda atau memiliki jangka waktu investasi yang sangat panjang. Semakin lama waktu yang dimiliki, semakin besar potensi bunga majemuk bekerja.

Strategi Investasi untuk Investor Ritel

Jika ia kembali ke masa awal kariernya dan baru lulus kuliah dengan modal US$10.000 untuk diinvestasikan, Buffett menyatakan akan membangun kekayaannya dengan cara yang sama seperti saat pertama kali memulai, yakni dengan mencari perusahaan berkualitas yang tengah dihargai di bawah nilai wajarnya.

Namun, seiring berjalannya waktu, Buffett mengakui bahwa sebagian besar investor ritel tidak memiliki waktu maupun kemampuan analisis seperti yang ia miliki untuk membangun portofolio saham individual dengan kinerja di atas pasar. Oleh karena itu, ia memberikan saran yang lebih praktis bagi khalayak umum.

“Menurut saya, bagi kebanyakan orang, hal terbaik yang dapat dilakukan adalah memiliki reksa dana indeks S&P 500,” ujarnya pada pertemuan tahunan pemegang saham Berkshire Hathaway tahun 2021. Saran ini menyoroti pentingnya diversifikasi dan investasi pasif bagi investor yang tidak memiliki waktu atau keahlian untuk menganalisis saham secara mendalam.

Dampak Waktu pada Pertumbuhan Kekayaan

Mureks merangkum, apakah dengan strategi reksa dana indeks S&P 500 seseorang bisa mencapai kekayaan US$150 miliar seperti Buffett? Jawabannya tidak, terutama jika modal awal hanya US$10.000. Namun, dampak dari saran Buffett untuk memaksimalkan jangka waktu investasi akan terlihat sangat signifikan terhadap pertumbuhan kekayaan dari waktu ke waktu.

Sebagai contoh, catatan Mureks menunjukkan, seorang lulusan perguruan tinggi berusia 22 tahun yang menginvestasikan US$10.000 dalam portofolio dengan imbal hasil rata-rata 8% per tahun, serta menambahkan US$5.000 setiap tahun, dapat mengumpulkan portofolio senilai lebih dari US$21 juta ketika mencapai usia 95 tahun, usia Buffett saat ini. Perhitungan ini berdasarkan analisis CNBC Make It.

Jika investor yang sama baru memulai investasi lima tahun lebih lambat, nilai portofolio mereka akan menyusut menjadi kurang dari US$15 juta. Sementara itu, penundaan selama 10 tahun membuat nilai akhirnya turun lebih jauh, yakni di bawah US$10 juta. Angka-angka tersebut, meski tidak sebanding dengan kekayaan Warren Buffett yang ia sendiri sebut sebagai sesuatu yang tak terbayangkan, menunjukkan kekuatan waktu dalam investasi.

Meski demikian, dalam pertemuan yang sama pada 1999, Buffett menegaskan bahwa setelah kebutuhan hidup pada tingkat tertentu terpenuhi, besarnya kekayaan tidak lagi memberikan makna yang signifikan. “Uang tidak banyak berpengaruh setelah mencapai tingkat moderat,” katanya.

Ia menambahkan, jika harus memilih, ia tidak akan ragu mengorbankan sebagian besar kekayaannya demi waktu. “Jika Anda meminta saya untuk menukar sebagian besar kekayaan bersih saya dengan beberapa tahun tambahan dalam hidup saya atau untuk dapat melakukan apa yang saya inginkan selama tahun-tahun tersebut, saya akan melakukannya dalam sekejap,” pungkasnya, menunjukkan prioritasnya pada kualitas hidup dan waktu.

Mureks