Polrestabes Medan menggerebek sarang narkoba di wilayah Jermal, Kota Medan, pada Sabtu (20/12/2025). Penggerebekan ini diwarnai perlawanan dari masyarakat setempat dan temuan mengejutkan: adanya anak-anak yang diduga ditugaskan sebagai pemantau saat polisi datang.
Jermal, Sarang Narkoba dan Perjudian Bertahun-tahun
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, menjelaskan bahwa wilayah Jermal telah dikenal sebagai pusat sindikat narkoba dan perjudian selama bertahun-tahun. Transaksi narkoba kerap dilakukan di sana, mendorong polisi untuk melakukan penindakan.
Dapatkan berita menarik lainnya di mureks.co.id.
“Terkait dengan gerebek sarang narkoba, saya menggambarkan satu fenomena, satu tempat yang namanya Jermal,” ujar Calvijn saat konferensi pers di kantornya pada Rabu (31/12/2025). Ia menambahkan, “Sudah bertahun-tahun dan merupakan jaringan bandar, sindikat narkoba dan bersama itu ada perjudian di dalamnya. Bertahun-tahun lamanya aparat penegakan hukum di dalam melakukan penegakan hukum di sana.”
Perlawanan Warga dan Pembakaran Motor Polisi
Saat penindakan, polisi kerap mendapat perlawanan dari oknum warga. Mereka melempari petugas, menghalangi upaya penangkapan bandar narkoba, bahkan merampas barang bukti yang telah diamankan.
“Memaksa lepas tersangka yang sudah ditangkap. Merampas barang bukti yang diamankan. Tidak boleh oknum-oknum narkoba, bandar, pelaku kejahatan yang melawan petugas dalam hal melakukan tugas pokoknya,” tegas Calvijn. Ia juga menyebutkan bahwa “Ada anggota personel kepolisian yang menjadi korban di Jermal 7, Jermal 12 dan ini berhasil kita tindak.”
Kompol Rafli Yusuf Nugraha, Kasat Narkoba Polrestabes Medan, mengungkapkan bahwa sindikat narkoba di wilayah itu sangat terorganisir. “Dalam hitungan dua jam, dia (tersangka) sempat mengubah warna cat rambut ya. Ini teroganisir betul, sudah niat ya,” kata Rafli. Mureks mencatat bahwa tingkat organisasi ini menunjukkan tantangan serius bagi penegakan hukum.
Dalam insiden terpisah, motor polisi juga sempat dibakar warga saat penggerebekan. Pelaku pembakaran telah ditangkap dan ternyata terkait dengan bandar narkoba. “Sempat juga terjadi ada pembakaran motor anggota saat itu. Yang bersangkutan sekarang diamankan di Polres,” jelas Rafli.
Anak-Anak Diduga Jadi Pemantau
Rafli mengatakan bahwa anak-anak yang berada di kawasan Jermal diduga telah didoktrin oleh bandar narkoba. Anak-anak tersebut ditugaskan memantau orang yang datang ke kawasan Jermal.
“Indikasi kuat (dipekerjakan sebagai pemantau), karena memang kami hanya ditinggal HT (Handy Talkie)-nya. Cuma si anak memang sudah didoktrin,” ungkap Rafli. Meski demikian, saat penggerebekan, petugas tidak menemukan anak-anak yang dimaksud. “Memang saat penggerebekan tidak ada menemukan (anak-anaknya), hanya informasi masuk ke kami ada seperti itu,” sambungnya.
Pihak kepolisian masih terus mendalami terkait tersangka lain yang terlibat dalam jaringan narkoba dan perjudian ini. “Sedang kita dalami, baik dari segi pidana judi tadi maupun tindak pidana narkoba,” pungkas Rafli.






