Nasional

Perayaan Tahun Baru 2026 di Berbagai Negara: Kembang Api Spektakuler hingga Harapan Damai

Momen pergantian tahun selalu menjadi waktu yang paling dinanti oleh banyak orang di seluruh dunia. Umumnya, kembang api spektakuler menjadi penanda tahun telah berganti setelah hitung mundur. Namun, perayaan Tahun Baru 2026 menunjukkan beragam tradisi dan suasana yang berbeda di berbagai negara.

Mureks mencatat bahwa tidak semua negara merayakan Tahun Baru 2026 dengan pesta kembang api. Di Hong Kong, misalnya, perayaan diganti dengan pertunjukan cahaya, sementara di Sydney, momen suka cita diwarnai dengan mengheningkan cipta untuk tragedi yang baru terjadi.

Simak artikel informatif lainnya hanya di mureks.co.id.

Sydney Gelar Kembang Api di Tengah Pengawasan Ketat

Pesta kembang api tetap menjadi daya tarik utama di Sydney dalam perayaan Tahun Baru 2026. Sekitar 40.000 efek piroteknik membentang sejauh 7 kilometer di atas gedung-gedung dan tongkang di sepanjang pelabuhan. Pertunjukan ini juga menampilkan efek air terjun yang memukau dari Sydney Harbour Bridge.

Namun, perayaan tahun ini diadakan di bawah pengawasan polisi yang lebih ketat. Hal ini menyusul insiden penembakan tragis di Pantai Bondi yang menewaskan 15 orang dalam sebuah acara Yahudi beberapa waktu sebelumnya. Sebagai bentuk penghormatan, para penyelenggara mengadakan mengheningkan cipta selama satu menit untuk para korban.

Wali Kota Sydney, Clover Moore, menyampaikan harapannya menjelang acara tersebut. “Setelah akhir tahun yang tragis bagi kota kita, kami berharap Malam Tahun Baru akan memberikan kesempatan untuk berkumpul dan menantikan tahun 2026 yang damai dan bahagia,” ujarnya.

Hong Kong Ganti Kembang Api dengan Pertunjukan Cahaya

Berbeda dengan Sydney, Hong Kong membatalkan pertunjukan kembang api Tahun Baru 2026. Pembatalan ini dilakukan setelah kebakaran kompleks apartemen pada bulan November yang menewaskan 161 orang. Sebagai gantinya, sebuah pertunjukan cahaya dengan tema ‘Harapan Baru, Awal yang Baru’ mengubah fasad di distrik Central, memberikan nuansa perayaan yang lebih reflektif.

Tradisi Unik di Seoul dan Tiongkok

Di Seoul, ribuan orang berkumpul di paviliun lonceng Bosingak. Di sana, lonceng perunggu dipukul 33 kali tepat pada tengah malam. Tradisi ini diyakini dapat mengusir kesialan dan menyambut kedamaian serta kemakmuran untuk tahun mendatang.

Sementara itu, perayaan tahun baru di Juyong Pass, Beijing, Tiongkok, diwarnai dengan pertunjukan drum yang meriah. Para peserta mengenakan penutup kepala dan melambaikan papan bertuliskan “2026” serta simbol kuda. Hal ini merujuk pada kalender China, di mana Februari nanti akan menjadi tahun kuda.

Harapan Damai dari Ukraina dan Rusia

Di tengah konflik yang telah berlangsung selama empat tahun, warga Ukraina dan Rusia menyambut tahun baru dengan harapan besar akan perdamaian. “Saya berharap perang berakhir, saya pikir ini adalah topik utama dan terpenting bagi negara kita,” kata seorang wanita di pusat Moskow yang hanya menyebutkan namanya sebagai Larisa.

Banyak warga Ukraina menyesalkan bahwa perdamaian masih tampak sebagai prospek yang jauh. Namun, di Kiev, Olesia yang berusia 9 tahun menunjukkan optimisme saat mengunjungi pohon Natal di depan Katedral Saint Sophia. “Saya pikir akan ada perdamaian di tahun baru,” katanya.

Mureks