Perayaan tahun baru menjadi momen yang dinantikan banyak orang di dunia. Umumnya, pergantian tahun dirayakan tepat pada pukul 00.00 dari 31 Desember ke 1 Januari. Namun, tahukah Anda bahwa waktu pergantian tahun di tiap negara bahkan kota bisa berbeda?
Perbedaan ini tidak lepas dari sistem zona waktu global. Kawasan-kawasan di dunia terbagi ke dalam 24 zona waktu dengan titik tengah Coordinated Universal Time (UTC). Pembagian zona dimulai dari UTC-12, yang berarti lebih lambat 12 jam dari UTC, hingga UTC+14, yang lebih cepat 14 jam. Dengan demikian, perbedaan waktu paling ekstrem antara dua zona bisa mencapai 26 jam.
Dapatkan berita menarik lainnya di mureks.co.id.
Adanya zona waktu ini menyebabkan beberapa kawasan merayakan tahun baru lebih dahulu, sementara yang lain merayakannya paling akhir.
Pulau Kiritimati: Sang Perayakan Tahun Baru Pertama
Mureks melakukan penelusuran untuk mengungkap kapan jatuhnya tahun baru di berbagai kawasan. Tim redaksi menggunakan kode pemrograman Python untuk memperoleh data zona waktu ibu kota negara-negara di dunia. Setelah itu, waktu tahun baru setempat dikonversi ke Waktu Indonesia Barat (WIB) untuk perbandingan.
Hasil penelusuran Mureks mencatat bahwa Pulau Kiritimati di Kiribati menjadi wilayah pertama di bumi yang merayakan Tahun Baru 2026. Pulau berpenduduk sekitar 7.000 orang ini berada pada zona UTC+14, yang berarti 7 jam lebih cepat dari WIB. Jika dibandingkan dengan WIB, warga Kiritimati sudah merayakan tahun baru pada 31 Desember pukul 17.00 WIB.
Satu jam setelah Kiritimati, empat kota lain menyusul merayakan tahun baru. Nuku’alofa di Tonga, Apia di Samoa, Funafuti di Tuvalu, dan Wellington (NZDT) di Selandia Baru berganti tahun pada 31 Desember pukul 18.00 WIB. Keempat kota tersebut berada di zona UTC+13, atau 6 jam lebih cepat dari WIB.
Selain itu, kota-kota di kawasan Oseania lainnya juga termasuk yang merayakan tahun baru lebih awal. Mereka berada di zona UTC+12 dan UTC+11.
Pengaruh Waktu Musim Panas dan Dingin
Di beberapa wilayah seperti Selandia Baru dan Australia Barat, berlaku perbedaan zona waktu selama musim dingin dan musim panas. Saat ini, dua kawasan tersebut sedang memasuki musim panas.
- Di Australia Barat, yang meliputi wilayah Canberra, New South Wales, Tasmania, dan Victoria, menggunakan zona Australian Eastern Daylight Time (AEDT) di UTC+11 dari hari Minggu pertama Oktober hingga hari Minggu pertama April. Pada bulan lainnya, mereka menggunakan Australian Eastern Standard Time (AEST) di zona UTC+10.
- Sementara itu, di Selandia Baru, pada musim panas berlaku New Zealand Daylight Time (NZDT) di zona UTC+13. Sedangkan pada musim dingin, mereka menggunakan New Zealand Standard Time (NZST) di zona UTC+12.
Baker Island: Wilayah Terakhir yang Rayakan Tahun Baru
Jika ada yang merayakan lebih awal, tentu ada pula yang paling akhir. Kota-kota di kepulauan benua Amerika dan beberapa kota di kawasan Amerika Latin menjadi yang paling akhir berganti tahun.
Baker Island, sebuah pulau tak berpenghuni milik Amerika Serikat, mengalami pergantian tahun paling terakhir. Pulau ini berada di zona UTC-12, atau 19 jam lebih lambat dari WIB. Dengan demikian, Tahun Baru di Baker Island jatuh pada 1 Januari pukul 19.00 WIB.
Ibu Kota Samoa Amerika, Pago Pago, juga tak kalah belakangan merayakan tahun baru. Kota di zona UTC-11 ini berganti tahun pada 1 Januari pukul 18.00 WIB, hanya berbeda satu jam dengan Baker Island. Berbeda dengan Baker Island, Pago Pago berpenghuni, menjadikan belasan ribu warganya sebagai salah satu yang paling akhir merayakan tahun baru di dunia.
Kota-kota di zona UTC-6 juga termasuk yang paling akhir merayakan tahun baru. Mereka baru berganti tahun pada 1 Januari pukul 13.00 WIB. Beberapa kota besar yang masuk zona ini antara lain Mexico City di Meksiko.






