Pagi pertama di tahun 2026 menyapa Jakarta dengan ritme yang lebih tenang. Setelah semalam kota ini berpijar oleh perayaan pergantian tahun, ruas-ruas jalan protokol kini terbentang lapang, seolah memberi waktu bagi ibu kota untuk beristirahat sejenak.
Berdasarkan pantauan Mureks pada Kamis (1/1) pagi, lalu lintas di sejumlah jalan utama Jakarta tampak lengang. Volume kendaraan yang melintas jauh berkurang dibandingkan hari-hari biasa. Tidak ada kepadatan atau antrean panjang; arus kendaraan hanya berhenti saat lampu merah menyala, lalu kembali mengalir tanpa jeda.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Perjalanan dimulai dari Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Di dekat Halte Pancoran, titik yang biasanya sibuk sejak pagi, jalanan itu justru terlihat sunyi. Lajur-lajur kendaraan pun terbuka lebar, dan suara klakson tak kerap terdengar.
Lengangnya pagi juga terasa di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan. Di tengah jalan yang lapang itu, aktivitas warga perlahan mengambil alih ruang. Sejumlah orang terlihat berolahraga, berjalan santai, sebagian lain berlari kecil, menikmati udara pagi yang jarang ditemani deru kendaraan.
Memasuki Jalan Jenderal Sudirman, suasana serupa masih bertahan. Volume kendaraan belum kembali seperti hari biasa. Sebaliknya, kawasan ini dipenuhi warga yang memulai tahun dengan bergerak. Dari depan Polda Metro Jaya hingga ke arah Gelora Bung Karno, pelari dan pesepeda memenuhi sisi jalan. Beberapa pesepeda bahkan mengayuh di badan jalan utama, memanfaatkan ruang yang jarang tersedia di hari kerja.
Di depan FX Sudirman, sisa-sisa perayaan malam tahun baru masih tertinggal. Panggung hiburan yang digunakan pada Rabu malam (31/12) di lokasi itu, kini mulai dibongkar. Sejumlah petugas tampak melepaskan rigging panggung satu per satu. Besi-besi yang telah dilepas disusun di sekitarnya, begitu juga dengan terpal besar yang tergulung rapi.
Aktivitas pembongkaran itu berlangsung berdampingan dengan warga yang melintas untuk berolahraga pagi. Di titik ini, perayaan dan rutinitas saling bersinggungan.
Di pagi pertama tahun 2026, Jakarta tidak bergegas. Ibu kota ini berjalan perlahan, memberi ruang bagi warganya untuk memulai tahun dengan napas yang lebih panjang.






