Nasional

Polda Metro Jaya Tindak Lanjuti Laporan DJ Donny Terkait Teror Bom Molotov dan Intimidasi

Polda Metro Jaya telah menerima laporan dari selebgram Ramon Dony Adam, yang dikenal sebagai DJ Donny, terkait dugaan teror dan intimidasi yang menimpanya. Laporan ini secara resmi teregister dengan nomor LP/B/9545/XII/2025/SPKT POLDA METRO JAYA.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, membenarkan penerimaan laporan tersebut. “Iya benar, udah diterima laporannya soal dua teror itu,” ujar Kombes Budi kepada wartawan pada Kamis (1/1).

Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id

Menurut Kombes Budi, pihak kepolisian akan segera menindaklanjuti laporan ini dengan melakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari saksi-saksi terkait. Laporan DJ Donny ini disangkakan dengan Pasal 187 KUHP dan/atau Pasal 335 KUHP dan/atau Pasal 356 KUHP.

Dua Insiden Teror yang Dilaporkan DJ Donny

DJ Donny melaporkan dua peristiwa terpisah yang ia duga sebagai bentuk teror dan intimidasi. Peristiwa pertama adalah pengiriman paket berisi bangkai ayam ke kediamannya pada Senin (29/12) malam. Paket tersebut tidak memiliki identitas pengirim dan disertai pesan ancaman.

“Ayam dipotong kepalanya, dan ada tulisan ancaman, ‘Kalau kamu masih berbicara, masih apa, jaga ucapanmu di sosial media, kalau masih bla bla bla bla, kamu akan seperti ayam ini,'” tutur DJ Donny saat membuat laporan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (31/12).

Insiden kedua yang lebih mengkhawatirkan adalah pelemparan bom molotov ke rumahnya. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dan terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) rumahnya.

“Lalu, semalam saya pulang, saya tidur, jam 03.00 di CCTV terekam orang lempar molotov ke rumah saya. Untung aja Allah masih baik sama saya. Apinya mati duluan,” ungkapnya.

DJ Donny menjelaskan bahwa pecahan kaca dan sisa bom molotov masih berada di lokasi kejadian dan sengaja tidak disentuh untuk dijadikan barang bukti. “Jadi pecahan kaca dan pecahan bom molotovnya masih ada di rumah saya. Masih ada di rumah saya, belum saya apa-apain di TKP-nya, makanya saya mau lapor dulu,” katanya.

Ancaman Terhadap Keamanan Keluarga dan Lingkungan

DJ Donny menilai aksi teror ini telah melampaui batas kewajaran karena berpotensi membahayakan tidak hanya dirinya, tetapi juga keluarga dan tetangga sekitar. “Karena kalau hal ini, menurut saya, tindakan ini sudah bukan hanya merugikan diri saya, tapi juga mengancam keamanan keluarga. Bukan hanya keluarga, tapi orang sekitar,” tegas DJ Donny.

Rekaman CCTV untuk kedua peristiwa, baik pengiriman paket maupun pelemparan molotov, telah diamankan sebagai bukti. Dalam rekaman pelemparan molotov, terlihat dua orang pria mengenakan masker dan jas hujan. “Ada satu. Itu jelas, dia lagi bakar, dua orang lagi bakar, lempar, tu, pecah, das!” jelasnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun kerusakan serius yang ditimbulkan dari insiden pelemparan bom molotov tersebut. Mureks mencatat bahwa DJ Donny berharap kasus ini dapat diusut tuntas, sebab ia menduga teror serupa juga dialami oleh sejumlah pihak lain.

“Ini harus diungkap, harus benar-benar diungkap. Karena kenapa? Bukan hanya saya saja yang jadi korban. Tapi ada orang lain juga,” ujarnya.

DJ Donny menegaskan bahwa keputusannya untuk melapor ke polisi bukan semata-mata demi dirinya sendiri, melainkan demi keamanan lingkungan sekitar. “Saya melapor ini karena sudah bukan ancaman diri saya sendiri, tapi sudah ancaman orang banyak,” pungkasnya.

Mureks