PT PLN (Persero) terus mengintensifkan upaya pemulihan jaringan distribusi listrik di Provinsi Aceh pascabencana yang merusak infrastruktur kelistrikan. Hingga Sabtu, 03 Januari 2026, percepatan perbaikan masih diupayakan pada 176 desa yang belum menyala dari total 6.500 desa di seluruh Aceh.
Medan yang sulit dan akses jalan yang terputus menjadi tantangan utama bagi mobilisasi material serta personel menuju lokasi-lokasi terdampak. Mureks mencatat bahwa desa-desa yang masih terisolir tersebut tersebar di delapan kabupaten, meliputi 68 desa di Aceh Tengah, 40 desa di Gayo Lues, 38 desa di Bener Meriah, 20 desa di Aceh Timur, 6 desa di Aceh Tamiang, 2 desa di Bireuen, 1 desa di Aceh Utara, dan 1 desa di Aceh Barat.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id
Apresiasi dari Pemerintah Daerah dan Komitmen PLN
Dedikasi petugas PLN mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Gayo Lues, Suhaidi. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas kegigihan petugas yang tetap berupaya menjangkau wilayah terpencil dengan kondisi medan yang menantang.
“Saya melihat bagaimana petugas PLN berjuang membawa material menembus lumpur untuk sampai ke Desa Uring Kecamatan Pining. Ini luar biasa. Atas nama pemerintah daerah, kami sangat mengapresiasi kegigihan teman-teman PLN yang tidak menyerah dengan keadaan demi melistriki kembali desa-desa kami yang terisolir,” ungkap Suhaidi, dikutip dari keterangan resmi pada Jumat (02/01/2026).
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus melakukan pemulihan kelistrikan di Aceh hingga seluruh masyarakat kembali menikmati listrik secara andal.
“Kami memahami kondisi di lapangan sangat menantang, namun komitmen kami tetap sama. Tidak ada warga yang tertinggal dalam gelap gulita. Petugas PLN siap menerjang akses sekecil apapun untuk melakukan percepatan perbaikan agar listrik kembali menyala dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal,” ujar Darmawan.
Darmawan menambahkan, upaya pemulihan ini dilakukan melalui koordinasi lintas sektor dengan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat. Hal ini bertujuan untuk memastikan akses ke lokasi dapat dilalui dan proses mobilisasi material berjalan lebih optimal.
“PLN berkomitmen menjalankan arahan pemerintah untuk memastikan pemulihan kelistrikan di Aceh berjalan optimal. Seluruh tim kami bergerak dengan semangat kebersamaan, berkoordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat agar setiap tahapan pemulihan dapat dilakukan dengan aman dan tepat sasaran,” tutur Darmawan.
Prioritas Pemulihan dan Aspek Keselamatan
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra, menjelaskan bahwa pihaknya telah memetakan titik-titik krusial yang menjadi prioritas pemulihan. “Saat ini masih terdapat 176 desa yang belum menyala karena akses menuju lokasi masih terus diperbaiki. Namun, tim kami telah bersiaga di posko-posko terdekat dan siap melakukan percepatan perbaikan segera setelah kondisi memungkinkan,” jelas Eddi.
Eddi juga menekankan bahwa PLN memastikan seluruh tahapan pekerjaan dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan kerja, baik bagi personel maupun masyarakat.
“Seluruh tim bekerja dengan prinsip kehati-hatian, mengutamakan safety, namun tetap responsif dan terukur agar proses pemulihan dapat berjalan optimal,” tutup Eddi.






