RABAT, MAROKO – Piala Afrika 2025 akan memasuki babak gugur yang krusial mulai Sabtu (3/1). Tiga nama besar sepak bola benua hitam, Achraf Hakimi, Mohamed Salah, dan Victor Osimhen, dipastikan siap memimpin negara masing-masing dalam perebutan tiket perempat final di Maroko.
Tiga Bintang Utama Siap Beraksi
Bek Paris Saint-Germain, Achraf Hakimi, baru saja dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Afrika 2025 pada November lalu. Sementara itu, dua penyerang tajam, Mohamed Salah dari Liverpool dan Victor Osimhen dari Galatasaray, menempati posisi runner-up dalam penghargaan individu paling bergengsi di Afrika tersebut. Ketiganya kini menjadi sorotan utama saat turnamen beralih ke format knockout.
Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id
Setelah melalui 36 pertandingan fase grup yang melibatkan 24 negara dalam enam grup, kini tersisa 16 tim yang akan saling berhadapan dalam delapan laga putaran kedua. Pertandingan-pertandingan ini akan berlangsung selama empat hari ke depan. Target utama mereka bukan hanya lolos ke perempat final, tetapi juga selangkah lebih dekat menuju hadiah utama senilai 10 juta dolar AS atau sekitar 166 miliar rupiah. Mureks mencatat bahwa jumlah hadiah ini menunjukkan betapa kompetitif dan prestisiusnya turnamen ini.
Hakimi, yang telah pulih dari cedera, akan memimpin skuad Maroko menghadapi Tanzania. Di sisi lain, Mohamed Salah akan mengemban ban kapten Mesir saat berhadapan dengan Benin, sementara Victor Osimhen memimpin lini serang Nigeria untuk menantang Mozambik.
Analisis Laga Babak 16 Besar
Senegal vs Sudan
Juara bertahan 2022, Senegal, menunjukkan performa meyakinkan sebagai pemuncak Grup D. Sadio Mané tetap menjadi andalan utama, didukung oleh penampilan impresif remaja berusia 17 tahun dari PSG, Ibrahim Mbaye, yang telah mencuri perhatian dari bangku cadangan. Sementara itu, Sudan, yang negaranya dilanda konflik internal sejak 2023, berhasil melaju ke fase gugur meski belum mencetak satu gol pun di fase grup. Satu-satunya kemenangan mereka di Grup F diraih berkat gol bunuh diri lawan, Equatorial Guinea.
Mali vs Tunisia
Pelatih Mali, Tom Saintfiet, melontarkan peringatan keras usai timnya meraih tiga hasil imbang di Grup A. “Jika terus bermain seperti ini, kami tidak akan melangkah jauh,” ujarnya, meskipun Mali patut diapresiasi karena mampu menahan imbang Maroko. Tunisia sendiri tampil kurang meyakinkan saat melawan Nigeria, sempat tertinggal tiga gol sebelum bangkit dan nyaris menyamakan kedudukan.
Maroko vs Tanzania
Di atas kertas, laga ini diprediksi timpang. Maroko, yang baru sekali juara 50 tahun lalu, berada 101 peringkat di atas Tanzania dalam ranking dunia FIFA. Tanzania sendiri menembus fase gugur untuk pertama kalinya dalam 45 tahun sejarah mereka, berkat dua hasil imbang di fase grup. Maroko akan mengandalkan ketajaman Brahim Diaz dari Real Madrid dan Ayoub El Kaabi dari Olympiacos, yang keduanya telah mencetak tiga gol dan memimpin daftar top skor bersama Riyad Mahrez.
Afrika Selatan vs Kamerun
Afrika Selatan memiliki kenangan manis saat menghajar Kamerun 3-0 pada debut AFCON mereka 30 tahun lalu. Namun, pertemuan kali ini diprediksi jauh lebih ketat mengingat selisih peringkat dunia kedua tim hanya empat posisi. Afrika Selatan akan berharap pada Oswin Appollis dan Lyle Foster, sementara Kamerun memiliki talenta muda Christian Kofane (19 tahun) yang mencetak gol penentu indah ke gawang Mozambik.
Mesir vs Benin
Laga ini akan menjadi panggung bagi Mohamed Salah untuk menunjukkan kepemimpinannya. Mesir akan berusaha keras untuk melaju lebih jauh di turnamen ini, menghadapi Benin yang juga berambisi membuat kejutan di babak 16 besar.
Nigeria vs Mozambik
Victor Osimhen akan menjadi ujung tombak Nigeria dalam upaya mereka menyingkirkan Mozambik. Nigeria, dengan kekuatan serangannya, diharapkan mampu mengatasi perlawanan Mozambik dan mengamankan tempat di perempat final.






