Petinju kelas berat asal Inggris, Anthony Joshua, nyaris kehilangan nyawa dalam sebuah kecelakaan mobil tragis di Nigeria pada 29 Desember 2025. Insiden mengerikan itu merenggut nyawa dua sahabat dekatnya, Sina Ghami dan Kevin “Latif” Ayodele, meninggalkan Joshua dengan luka ringan namun guncangan psikologis mendalam.
Media Inggris menggambarkan lolosnya Joshua sebagai peristiwa luar biasa dan ajaib, mengingat petinju berusia 36 tahun itu tidak mengalami patah tulang sama sekali. Ia telah dipulangkan dari rumah sakit di Lagos untuk melanjutkan pemulihannya di rumahnya di Nigeria. Namun, kekhawatiran terbesar saat ini bukanlah kondisi fisiknya, melainkan dampak psikologis akibat tragedi tersebut.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Dua Sahabat Dekat Jadi Korban
Kecelakaan terjadi sekitar tengah hari di jalan raya Lagos-Ibadan, negara bagian Ogun. Mobil Lexus hitam yang ditumpangi Joshua bertabrakan keras dengan sebuah truk yang sedang parkir. Dua korban yang meninggal dunia, Sina Ghami dan Kevin “Latif” Ayodele, telah dikonfirmasi oleh juru bicara Joshua sebagai “teman dekat dan anggota tim yang tak tergantikan.”
Sina Ghami adalah pelatih rehabilitasi dan kebugaran penuh waktu Joshua selama lebih dari satu dekade. Ia memainkan peran kunci dalam mempersiapkan pertarungan terbesar AJ, termasuk kemenangan bersejarahnya atas Wladimir Klitschko pada 2017 dan kemenangan terbarunya melawan Jake Paul. Ghami dikenal bukan hanya sebagai ahli fisik, tetapi juga teman yang diam-diam berada di balik kesuksesan Joshua.
Sementara itu, Kevin “Latif” Ayodele adalah pelatih pribadi dan teman dekat Joshua sejak lama. Sosoknya familiar dalam kehidupan sehari-hari Joshua. Hanya beberapa jam sebelum kecelakaan, Joshua bahkan mengunggah video dirinya bermain tenis meja dengan Ayodele di Instagram, sebuah momen biasa yang kini menjadi kenangan memilukan.
Pakar tinju Steve Bunce menegaskan kedekatan mereka. “Mereka bukan hanya pelatih atau staf AJ. Mereka adalah keluarga. AJ menyebut mereka ‘saudaranya’,” kata Bunce, menggarisbawahi betapa besar kehilangan yang dialami Joshua.
Kronologi dan Investigasi Kecelakaan
Menurut sumber yang dekat dengan kejadian, Joshua dan sopir lokal yang disewanya duduk berhadapan dengan kedua korban di mobil Lexus, sehingga mereka nyaris lolos dari konsekuensi tragis. Joshua dilarikan ke rumah sakit di Lagos dengan rasa sakit luar biasa di lututnya, menjerit kesakitan saat ditarik dari reruntuhan. Namun, tes selanjutnya memastikan tidak ada cedera tulang serius.
Otoritas keselamatan transportasi Nigeria mengonfirmasi bahwa Joshua telah keluar dari rumah sakit dan dalam kondisi sehat untuk pulih di rumah. Mureks mencatat bahwa penyebab awal kecelakaan telah diidentifikasi sebagai ban pecah, dengan pengemudi diduga ngebut dan mengemudi secara sembrono. Pengemudi SUV tersebut kini bekerja sama dengan polisi dan mungkin akan menghadapi tuntutan pidana. Sementara itu, pengemudi truk yang terlibat melarikan diri dari tempat kejadian dan sedang dalam pencarian.
Dampak Psikologis dan Spekulasi Pensiun
Tragedi ini terjadi hanya beberapa hari setelah kemenangan KO Joshua atas Jake Paul, momen yang seharusnya menjadi salah satu puncak kebahagiaan dalam karier petinju Inggris tersebut. Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu secara pribadi menyampaikan belasungkawa dan mendoakan Joshua agar cepat pulih.
Di tengah gemerlap pertarungan bernilai jutaan dolar, kehilangan terbesar Joshua bukanlah di atas ring, melainkan pada teman-teman dekatnya. Menurut media Inggris, kejutan ini akan menghantui Anthony Joshua untuk waktu yang lama, dan bahkan mungkin menyebabkan dia pensiun dari dunia tinju.






