Tren

Pemprov DKI Tegaskan Bongkar Tiang Monorel Mangkrak di Rasuna Said Mulai Pekan Depan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memulai pembongkaran tiang-tiang monorel yang terbengkalai di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Pusat, mulai pekan ketiga Januari 2026. Langkah tegas ini diambil setelah proyek tersebut mangkrak selama bertahun-tahun, dan dipastikan tidak akan ada penutupan jalan selama proses pembongkaran.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan bahwa jadwal pembongkaran telah ditetapkan. “Untuk pembongkaran monorel akan kami lakukan minggu ketiga, apakah hari Selasa atau Rabu depan,” ungkap Gubernur Pramono di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (06/01/2026).

Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.

Pramono juga memastikan bahwa proses pembongkaran tidak akan mengganggu arus lalu lintas di Jalan HR Rasuna Said. “Dengan pengalaman yang ada, Bina Marga berkoordinasi untuk melakukan pembongkaran, tidak dilakukan penutupan (jalan),” jelasnya.

Mureks mencatat bahwa keputusan Pemprov DKI untuk membongkar sendiri tiang-tiang tersebut didasari oleh tidak adanya respons dari PT Adhi Karya (Persero) Tbk. atas surat yang telah dilayangkan Pemerintah Jakarta.

“Adhi Karya sudah kami surati dan batas waktunya sudah lewat, kami akan melakukan sendiri. Dan, nanti akan kami taruh di mana, tempat yang dibongkar tentunya menjadi kewenangan Jakarta sepenuhnya,” tegas Gubernur Pramono.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta telah mengirimkan surat kepada Adhi Karya pada November 2025, memberikan jangka waktu satu bulan untuk melakukan pembongkaran. Surat tersebut merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jakarta.

“Sesuai dengan surat dari Kajati Jakarta, kami akan meminta mereka untuk membongkar dan kami beri waktu satu bulan,” kata Pramono, menambahkan bahwa waktu satu bulan dihitung sejak surat diterima oleh Adhi Karya.

Jika Adhi Karya tidak juga melaksanakan pembongkaran hingga tenggat waktu tersebut, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk turun tangan. Pemerintah Provinsi bahkan telah menyiapkan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) untuk membiayai proses pembongkaran ini dan telah memiliki rencana lanjutan setelah tiang-tiang monorel berhasil dirobohkan.

Mureks