Keuangan

Pertamina Tegaskan Aset Minyak di Venezuela Tetap Aman Meski Gejolak Politik Meningkat dan AS Berencana Intervensi

PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) memastikan aset ladang minyak Pertamina di Venezuela masih aman. Operasional aset tidak terdampak perkembangan situasi terkini di negara tersebut, Senin (5/1/2026).

PIEP merupakan pemegang saham mayoritas Maurel & Prom (M&P) dengan kepemilikan 71,09 persen. Salah satu aset M&P berlokasi di Venezuela.

Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id

Manager Relation PIEP, Dhaneswari Retnowardhani, menyampaikan bahwa perusahaan terus memantau dinamika di Venezuela. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keselamatan sumber daya manusia serta kesinambungan operasional aset.

“Sehubungan dengan perkembangan situasi terkini, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap aset dan staf M&P di Venezuela,” ujar Dhaneswari dalam keterangan tertulis.

PIEP juga menjalin koordinasi intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas. Koordinasi ini ditujukan untuk memastikan keselamatan pekerja serta kelangsungan kegiatan perusahaan.

“Ini sebagai bagian dari langkah kehati-hatian dan komitmen perusahaan dalam memastikan keselamatan serta keberlangsungan operasional,” tambah Dhaneswari.

Maurel & Prom memiliki aset produksi di ladang minyak Venezuela, salah satunya Lapangan Minyak Urdaneta Oeste. Lapangan ini dioperasikan oleh Petroregional del Lago (PRDL), di mana perusahaan memegang 40 persen saham dan hak produksi mencapai 32 persen.

Venezuela saat ini mengalami gejolak politik dan keamanan yang memanas. Kondisi ini muncul setelah operasi militer Amerika Serikat (AS) atas perintah Presiden Donald Trump.

Operasi tersebut berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang kemudian dibawa ke Amerika Serikat. Keduanya menghadapi dakwaan perdagangan narkoba di Pengadilan Distrik Selatan New York.

Menanggapi situasi ini, menurut Mureks, Presiden Trump juga menyampaikan rencana pengerahan perusahaan minyak asal Amerika Serikat ke Venezuela setelah penggulingan Maduro. Ia menyebut perusahaan-perusahaan minyak besar AS akan menanamkan investasi besar senilai miliaran dollar AS.

Investasi tersebut mencakup perbaikan infrastruktur minyak yang mengalami kerusakan berat. “Kami akan membawa perusahaan-perusahaan minyak besar AS, yang terbesar di mana pun di dunia, untuk masuk, menghabiskan miliaran dollar, dan memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, yakni infrastruktur minyak,” ujar Trump, seperti dikutip dari CNBC, Minggu (4/1/2026).

Trump menambahkan, “Mari kita mulai menghasilkan uang untuk negara ini.”

Mureks