Lifestyle

Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 2026 Ditetapkan pada 16 Januari, Simak Perbedaan Penanggalan Organisasi Islam

Umat Islam di Indonesia bersiap menyambut peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah. Berdasarkan kalender Hijriyah Indonesia 2026 yang dirilis oleh Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI, 27 Rajab 1447 Hijriah akan jatuh pada hari Jumat, 16 Januari 2026. Tanggal tersebut juga telah ditetapkan sebagai hari libur nasional.

Peristiwa Isra Mi’raj merupakan perjalanan agung Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, kemudian dilanjutkan dengan Mi’raj ke Sidratul Muntaha. Mureks mencatat bahwa penetapan hari libur nasional ini sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1497/2025, dan 5/2025.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id

Namun, terdapat perbedaan penetapan tanggal di kalangan organisasi Islam. Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menetapkan awal Rajab 1447 H pada Senin, 22 Desember 2025 M. Dengan demikian, menurut perhitungan LF PBNU, tanggal 27 Rajab 1447 H akan jatuh pada 17 Januari 2026.

Sementara itu, Muhammadiyah yang menggunakan acuan Kalender Hijriah Global Tunggal (KGHT) 1447 H, menetapkan awal Rajab pada 21 Desember 2025. Hal ini menjadikan 27 Rajab bertepatan dengan 16 Januari 2026, sama dengan penanggalan versi Bimas Islam Kemenag.

Amalan di Malam 27 Rajab

Malam 27 Rajab memiliki keutamaan tersendiri bagi umat Islam, sebab pada malam inilah perintah salat lima waktu diturunkan. Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali dan para ulama, dalam buku Membaca Al-Qur’an, Dzikir, Do’a dan Wirid: Seri Ringkasan Ihya’ Ulumuddin, menjelaskan tentang keutamaan beribadah pada malam tersebut.

Imam As-Suyuthi dalam Ad-Durr Al-Mantsur juga menukil keterangan yang menyebutkan bahwa seseorang yang menghidupkan malam 27 Rajab dengan ibadah akan memperoleh pahala yang besar, disetarakan dengan amal kebaikan selama seratus tahun.

Beberapa amalan yang dianjurkan pada malam 27 Rajab antara lain melaksanakan salat sunah dua belas rakaat. Setiap rakaat dianjurkan membaca Surah Al-Fatihah diikuti surah-surah tertentu, lalu ditutup dengan tasyahud setiap dua rakaat.

Setelah salat, umat Islam dianjurkan memperbanyak zikir dengan membaca Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaha illallah, dan Allahu Akbar masing-masing sebanyak seratus kali. Selain itu, membaca shalawat kepada Rasulullah SAW sebanyak seratus kali dan memanjatkan doa sesuai kebutuhan dunia dan akhirat juga sangat dianjurkan.

Bagi yang melanjutkan dengan berpuasa pada siang harinya, doa-doa tersebut diyakini lebih mudah dikabulkan, asalkan tetap menjauhi perbuatan maksiat.

Mureks