Internasional

Pemerintah Genjot 6 Proyek Hilirisasi Strategis Mulai Januari 2026: Dari Bauksit, Bioavtur, hingga Unggas

Pemerintah Indonesia siap meluncurkan enam proyek hilirisasi strategis yang akan dimulai secara bertahap pada Januari 2026. Proyek-proyek ini mencakup pengolahan bauksit, produksi bioavtur, pabrik bioetanol, hingga fasilitas budidaya unggas, sebagai bagian dari upaya peningkatan nilai tambah komoditas domestik.

Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, mengungkapkan rincian proyek-proyek tersebut di Kompleks Istana Kepresidenan. Menurut Rosan, inisiatif ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam mempercepat industrialisasi.

Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

“Bauksit, Refinery Alumunium di Mempawah yang saya ingat ya. Kemudian Refinery di Cilacap, kemudian di Banyuwangi. Pokoknya ada lima lah,” kata Rosan, Kamis (8/12/2026).

Mureks mencatat bahwa keenam proyek yang akan digarap tersebut memiliki nilai investasi signifikan dan tersebar di beberapa wilayah Indonesia. Berikut adalah daftar proyek hilirisasi yang dimaksud:

  • Pengembangan Industri Smelter Alumunium dari Alumina, di Mempawah, Kalimantan Barat, senilai US$ 2,4 miliar.
  • Fasilitas Smelter Grade Alumina (SGA) dari Bauksit, di Mempawah, Kalimantan Barat, senilai US$ 890 juta.
  • Fasilitas produksi bioavtur di Cilacap, Jawa Tengah, senilai US$ 1,1 miliar.
  • Pengembangan fasilitas pengolahan kelapa terintegrasi di Morowali, Sulawesi Tengah, senilai US$ 100 juta (sudah berjalan).
  • Pengembangan Fasilitas bioetanol, senilai US$ 80 juta.
  • Serta 5 fasilitas budidaya unggas, dari 12 titik lokasi yang direncanakan.

Secara keseluruhan, pemerintah telah mencanangkan 18 proyek hilirisasi baru di bawah koordinasi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Proyek-proyek ini meliputi pembangunan pabrik pengolahan komoditas mineral, kimia, hingga hasil perkebunan.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menambahkan bahwa setidaknya enam proyek hilirisasi akan diresmikan pembangunannya pada bulan Januari ini, dengan target keseluruhan 18 proyek rampung hingga Februari dan Maret mendatang. Pernyataan ini disampaikan Prasetyo di sela-sela Retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Rencananya akan ada di bulan Januari, ada enam groundbreaking dari program hilirisasi,” kata Prasetyo, Selasa (6/12/2026).

Selain proyek-proyek di atas, program hilirisasi juga mencakup pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dan gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) sebagai alternatif Liquified Petroleum Gas (LPG).

Mureks