Pemerintah, melalui kolaborasi dengan Danantara, secara resmi menyerahkan 600 unit hunian sementara (huntara) kepada warga terdampak banjir besar di Aceh Tamiang pada Kamis (8/1/2026) petang. Penyerahan ini menjadi langkah konkret percepatan pemulihan pascabencana, menyusul arahan Presiden Prabowo Subianto.
Proses serah terima hunian dilakukan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya dan Managing Director Stakeholder Management Danantara, Rohan Hafas. Mereka menyerahkan secara simbolis kepada Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi di lokasi huntara.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Wujud Gerak Cepat Pemerintah
Wamendagri Bima Arya menegaskan bahwa pembangunan huntara merupakan wujud nyata pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto. Presiden menginstruksikan agar pemerintah bergerak cepat dan melibatkan semua pihak dalam upaya pemulihan pascabencana.
“Arahan Bapak Presiden ada dua. Pertama, bergerak cepat. Kedua, bergerak semua. Inilah wujudnya saat ini, dalam waktu sekitar 2 minggu, BUMN Karya berkolaborasi dan bersinergi bersama Pemerintah Daerah untuk mewujudkan hunian sementara,” kata Arya Bima usai prosesi serah terima di Aceh Tamiang, Kamis (8/1/2026).
Sebanyak 600 unit huntara ini dikebut pengerjaannya di Aceh Tamiang agar masyarakat terdampak bencana dapat segera kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan melanjutkan aktivitas mereka. PT Hutama Karya (Persero) turut berkontribusi sebagai kontraktor pelaksana pembangunan huntara, berkolaborasi dengan beberapa BUMN lainnya.
Tahap Pertama dari Ribuan Unit
Managing Director Stakeholder Management Danantara, Rohan Hafas, menjelaskan bahwa 600 unit huntara di Aceh Tamiang ini merupakan tahap pertama yang berhasil diselesaikan dalam kurun waktu dua minggu. Ia menyebut Danantara dan BUMN Karya akan terus berkolaborasi untuk membangun total 15.000 huntara bagi korban bencana di Sumatra.
“Ini yang pertama, ada 600 unit. Nanti tanggal 15-16 [Januari baru akan mulai peninjauan lokasi huntara] di Pidie Jaya,” ujar Rohan, memberikan gambaran tentang rencana pembangunan selanjutnya.
Huntara bagi warga Aceh Tamiang ini berlokasi di Kecamatan Karang Baru, Desa Kebun Tanjung Seumantoh, persis di pinggir jalan lintas Banda Aceh-Medan. Berdasarkan pantauan Mureks di lokasi, huntara yang dibangun Danantara berbentuk seperti kamar-kamar berderet dengan ukuran masing-masing 20 meter persegi. Setiap unit dilengkapi dengan dua set tempat tidur, lemari pakaian, dan kipas angin.
Fasilitas umum seperti kamar mandi, dapur, dan musala disediakan di sisi lain untuk dipakai bersama, dengan perbandingan satu kamar mandi untuk lima unit huntara. Kompleks hunian sementara ini juga dilengkapi dengan taman bermain anak, bangku-bangku tempat penghuni bercengkerama di setiap gang, serta pusat kesehatan. “Selama menempati huntara, masyarakat juga bisa mengakses listrik, gas, dan wifi secara gratis,” tambah Rohan.
Apresiasi dari Pemerintah Daerah
Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat dan Danantara atas upaya percepatan pemulihan pascabencana, khususnya di wilayahnya. Ia mengungkapkan bahwa masyarakatnya telah tidur di tenda pengungsian selama lebih dari sebulan sejak banjir menerjang pada 27 November 2025.
“Saya sangat apresiasi dan sangat berterima kasih kepada Danantara yang telah membangun huntara ini. Dalam 2 minggu, bisa selesai 600 unit rumah. Tentu ini akan sangat membantu masyarakat,” ujar Armia.
Sementara itu, Direktur Operasional II PT Hutama Karya, Gunadi, menekankan pentingnya menjaga mutu dan fungsi konstruksi dalam penanganan pascabencana. Ia menyatakan bahwa kenyamanan dan keselamatan penghuni menjadi prioritas utama. “Kami bersama-sama membangun hunian ini bukan sekadar unit, tetapi rumah yang aman dan layak untuk dihuni,” terang Gunadi dalam siaran pers.
Selain di Aceh Tamiang, Hutama Karya juga merencanakan pembangunan Rumah Hunian Danantara di wilayah Aceh Timur, meliputi Kecamatan Simpang Ulim seluas 960 m² serta Kecamatan Julok seluas 495 m² dengan estimasi sekitar 45 unit hunian.






