Otomotif

Pemerintah Cina Setujui Proyek Baterai Solid-State, Libatkan Raksasa CATL dan SAIC Motor

Beijing mengambil langkah signifikan dalam memperkuat fondasi elektrifikasi industri otomotifnya. Sebuah proyek strategis berskala besar untuk pengembangan baterai solid-state, yang melibatkan nama-nama besar seperti CATL dan SAIC Motor, kini telah resmi memperoleh persetujuan regulator. Informasi ini diumumkan melalui pemberitahuan publik dari Biro Ekologi dan Lingkungan Distrik Huairou pada 2 Januari 2026.

Proyek ini menjadi bukti keseriusan Cina dalam mempercepat pengembangan teknologi kunci untuk menopang masa depan kendaraan listrik (EV). Pertumbuhan pasar EV yang konsisten mendorong pabrikan dan pemerintah setempat untuk tidak hanya memperluas produksi, tetapi juga berinvestasi pada inovasi fundamental.

Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id

Fokus pada Riset Elektrolit Padat

Baterai solid-state digadang-gadang sebagai solusi jangka panjang untuk meningkatkan keamanan, daya jelajah, dan keandalan kendaraan listrik, melampaui kemampuan baterai lithium-ion konvensional. Teknologi ini menggunakan elektrolit padat sebagai pengganti elektrolit cair, yang dinilai lebih aman dan memiliki kepadatan energi lebih tinggi.

Proyek yang diberi nama resmi “All-Solid-State Electrolyte Pilot Production and Testing Validation Capability Construction Project” ini tidak diarahkan untuk langsung memproduksi baterai siap pakai. Sebaliknya, fokus utamanya adalah riset, pengujian, serta validasi material elektrolit solid-state, komponen paling krusial dalam pengembangan baterai all-solid-state.

Konsorsium Raksasa Industri

Peran utama proyek ini dipegang oleh Guolian Automotive Power Battery Research Institute Co., Ltd. CATL, produsen baterai terbesar asal Cina, dan SAIC Motor, grup otomotif raksasa, berpartisipasi sebagai pemegang saham melalui skema konsorsium. Proyek ini juga mendapat dukungan dari perusahaan milik negara di tingkat pusat.

Guolian sendiri merupakan platform kolaboratif yang mempertemukan modal negara pusat dan daerah, pabrikan otomotif, serta pelaku rantai pasok baterai. Menurut Mureks, daftar pemegang sahamnya mencakup Youyan Technology Group di bawah naungan SASAC, FAW Group, Dongfeng Motor, BAIC Group, Changan Automobile, GAC Group, Yutong Bus, hingga Huachen. Sejumlah perusahaan teknologi lain seperti BTR, Neusoft Reach, dan Tianjin Lishen juga terlibat. Selain itu, Huading New Power Fund menjadi bagian dari struktur kepemilikan dengan dukungan BUMN daerah, termasuk Nanning Industrial Investment Group dan Sichuan Energy Group.

Fasilitas dan Target Kapasitas

Fasilitas proyek akan dibangun di Yanqi Economic Development Zone, Distrik Huairou, Beijing. Bangunan industri yang sebelumnya tidak digunakan akan dialihfungsikan menjadi laboratorium riset dan fasilitas uji skala pilot. Ini termasuk pemasangan lini eksperimental untuk material utama baterai solid-state. Sebanyak 103 unit peralatan riset presisi tinggi direncanakan untuk dioperasikan, lengkap dengan sistem kontrol cerdas.

Kapasitas riset dan produksi pilot ditargetkan mencapai sekitar 25 ton elektrolit solid-state per tahun. Para analis menilai langkah ini penting untuk membangun basis pengetahuan industri sekaligus memperkuat rantai pasok material di masa depan.

Tantangan dan Regulasi

Meskipun menjanjikan, teknologi baterai solid-state masih menghadapi berbagai tantangan sebelum dapat diproduksi secara massal. Beberapa kendala utama mencakup resistansi pada antarmuka material padat, risiko pembentukan dendrit litium, hingga tekanan mekanis akibat siklus pengisian berulang. Dari sisi bisnis, tantangan lain datang dari tingginya biaya produksi serta belum matangnya jaringan suplai material pendukung.

Seiring pengembangan teknologi tersebut, arah kebijakan dan regulasi di Cina juga mulai dibentuk. Pemerintah setempat telah merilis draf konsultasi standar nasional pertama untuk baterai solid-state, menandai keseriusan negara tersebut dalam mempersiapkan fondasi regulasi bagi teknologi baterai masa depan.

Mureks