Internasional

Pemerintah Australia Peringatkan Warganya: ‘Segera Tinggalkan Iran’ di Tengah Gelombang Protes Kekerasan

Pemerintah Australia secara resmi mengeluarkan imbauan mendesak bagi warganya untuk segera meninggalkan Iran. Langkah ini diambil menyusul meluasnya gelombang protes kekerasan yang melanda berbagai wilayah di negara tersebut sejak akhir Desember 2025.

Dalam imbauan perjalanan yang dirilis, Canberra menegaskan, “Jika Anda berada di Iran, Anda harus segera pergi.” Peringatan tersebut juga menyoroti situasi keamanan yang tidak menentu. “Ada protes kekerasan yang sedang berlangsung di seluruh negeri yang mungkin akan meningkat lebih lanjut tanpa pemberitahuan… situasi keamanannya tidak menentu,” demikian bunyi pernyataan resmi pemerintah Australia, yang Mureks mencatat bahwa imbauan ini dikeluarkan pada Rabu (7/1/2026).

Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id

Gelombang protes di Iran diketahui bermula pada 28 Desember 2025. Awalnya, aksi ini dipicu oleh penutupan toko oleh para pedagang di Teheran, sebagai bentuk kemarahan atas kenaikan biaya hidup yang terus melonjak.

Sejak saat itu, demonstrasi telah menyebar luas ke berbagai daerah lain. Wilayah barat Iran, yang merupakan rumah bagi kelompok minoritas Kurdi dan Lor, menjadi salah satu pusat utama penyebaran protes.

Organisasi non-pemerintah Iran Human Rights (IHR) yang berbasis di Norwegia melaporkan dampak tragis dari kekerasan ini. Menurut IHR, tindakan represif pasukan keamanan telah menewaskan sedikitnya 27 demonstran, termasuk lima anak di bawah usia 18 tahun.

Di sisi lain, otoritas Iran juga mengklaim adanya korban jiwa dari pihak pasukan keamanan. Salah satunya adalah seorang polisi yang dilaporkan tewas ditembak pada Selasa (6/1/2026).

Laporan terbaru pada Selasa (6/1/2026) malam menunjukkan bahwa jumlah korban tewas akibat kekerasan yang menyertai gelombang protes di Iran telah meningkat. Total korban jiwa kini mencapai sedikitnya 35 orang.

Referensi penulisan: news.detik.com

Mureks