PT Soechi Lines Tbk (SOCI) menegaskan bahwa eskalasi hubungan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela hingga saat ini belum memicu kenaikan biaya logistik yang signifikan bagi perseroan. Pernyataan ini disampaikan oleh Corporate Secretary PT Soechi Lines Tbk, Paula Marlina, dalam Public Expose Insidentil SOCI pada Kamis (8/1/2026).
Kontrak Time Charter Jadi Penyangga
Paula menjelaskan, sebagian besar armada perseroan beroperasi di bawah skema kontrak time charter. Model kontrak ini memberikan kepastian tarif dan jangka waktu, sehingga fluktuasi geopolitik global tidak serta-merta memengaruhi biaya operasional perusahaan.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
“Mungkin karena kebanyakan kapal-kapal dari Perseroan adalah time of charter kontrak, dan rata-rata semua juga sudah berkontrak, sehingga mungkin untuk geopolitik saat ini tidak ada dampak langsung untuk saat ini terhadap kondisi kinerja Perseroan,” ujar Paula, seperti dikutip Jumat (9/1/2026).
Hingga saat ini, menurut Mureks, perseroan belum mencatat adanya kenaikan signifikan pada beban logistik akibat perubahan rute pelayaran internasional. Kondisi ini menjaga kinerja keuangan dan operasional SOCI tetap stabil di tengah dinamika global.
Waspada Terhadap Ketidakpastian Jangka Panjang
Meski demikian, Paula mengakui bahwa masih terdapat ketidakpastian terkait dampak jangka panjang dari konflik geopolitik, termasuk ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela.
“Kedepannya terus terang kita juga belum paham dampak secara langsung ke depannya seperti apa,” ungkapnya.
Sebagai langkah antisipatif, perseroan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan geopolitik global. Evaluasi berkala dilakukan untuk memastikan perusahaan dapat merespons cepat apabila terjadi perubahan signifikan yang berpotensi memengaruhi bisnis pelayaran.
Fokus Pelayaran Domestik Minimalkan Risiko Global
Dari sisi operasional, PT Soechi Lines Tbk menegaskan bahwa fokus utama pelayaran perseroan masih berada di perairan domestik Indonesia. Armada perusahaan sebagian besar melayani pengangkutan minyak dan gas bumi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi nasional.
Jalur pelayaran yang didominasi rute intra-island Indonesia membuat perseroan relatif tidak terpapar langsung oleh konflik internasional. Ini termasuk perang Rusia-Ukraina, ketegangan Venezuela-Amerika Serikat, maupun konflik di kawasan Timur Tengah.
“Jadi, jalur pelayarannya utamanya sebetulnya intra-island Indonesia, sehingga memang kalau perang Rusia-Ukraine, Venezuela-Amerika, mungkin juga konflik-konflik di negara-negara Timur Tengah yang memang tidak banyak kita lalui, tidak terlalu berdampak terhadap kinerja Southerlands,” pungkas Paula.






