SITUBONDO – Wisata Bahari Pasir Putih di Situbondo, Jawa Timur, menjadi magnet utama bagi ribuan wisatawan yang merayakan libur Tahun Baru 2026. Pengelola mencatat lonjakan pengunjung signifikan, mencapai sekitar 5.000 orang pada hari pertama tahun baru, Jumat (2/1/2026).
Angka ini menunjukkan peningkatan drastis hingga tiga kali lipat dibandingkan hari sebelumnya, Rabu (31/12/2025), yang hanya mencatat sekitar 2.000 pengunjung. Koordinator Pengelola Wisata Bahari Pasir Putih Situbondo, Yogie Kripsian Sah, mengonfirmasi data tersebut.
Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id
“Alhamdulillah objek wisata Pasir Putih pada hari tahun baru kemarin membludak dan mencapai 5.000 orang pengunjung, termasuk wisatawan mancanegara,” ujar Yogie di Situbondo, Jumat (2/1).
Menurut Yogie, tren peningkatan kunjungan wisatawan ini diprediksi akan terus berlanjut hingga Minggu, 4 Januari 2026, seiring dengan berakhirnya periode libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Secara kumulatif, Mureks mencatat bahwa jumlah kunjungan wisatawan selama periode 1-31 Desember 2025 telah melampaui 22.000 orang, baik domestik maupun mancanegara.
Tidak hanya jumlah pengunjung, tingkat keterisian hunian di sejumlah hotel milik pemerintah daerah setempat juga mengalami peningkatan drastis. Selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, okupansi hotel mencapai 80 hingga 100 persen.
Total pendapatan Wisata Bahari Pasir Putih selama satu bulan penuh di Desember 2025, yang berasal dari tiket masuk, parkir, dan hotel, mencapai sekitar Rp517 juta.
Potensi Pariwisata dan Ekonomi Situbondo
Situbondo memiliki potensi wisata pantai yang besar dan masih sangat terbuka untuk dikembangkan. Garis pantainya yang panjang, karakter yang beragam, serta kondisi yang relatif belum terlalu padat, menjadikan kawasan ini pilihan menarik bagi wisatawan yang mencari suasana lebih tenang dibandingkan destinasi pantai populer lainnya di Jawa Timur.
Dengan pengelolaan yang konsisten, promosi yang tepat, serta keterlibatan aktif dari pelaku lokal, sektor wisata pantai Situbondo berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus alternatif destinasi bahari unggulan di Jawa Timur.
Di luar pariwisata, Situbondo juga menyimpan potensi ekonomi yang beragam. Sektor pertanian dan perikanan tetap menjadi tulang punggung, didukung oleh garis pantai panjang yang membuka peluang besar bagi perikanan tangkap, budidaya, hingga wisata bahari. Posisi strategis Situbondo sebagai jalur penghubung kawasan tapal kuda Jawa Timur juga memberikan nilai tambah bagi sektor perdagangan dan logistik. Penguatan infrastruktur, UMKM lokal, dan pariwisata secara beriringan dapat mendorong Situbondo tumbuh sebagai kantong ekonomi baru yang stabil dan berkelanjutan.






