Kemampuan berpikir kreatif merupakan salah satu kompetensi krusial yang perlu dimiliki peserta didik di era modern. Untuk mendorong dan mengukur kemampuan ini, diperlukan pendekatan evaluasi yang tidak hanya berfokus pada hasil akhir, melainkan juga pada proses dan orisinalitas ide.
Evaluasi yang efektif dalam memicu karya pemikiran kreatif siswa harus menekankan pada proses berpikir, ide orisinal, eksplorasi, serta penggunaan sumber daya secara fleksibel. Pendekatan ini dinilai lebih komprehensif dibandingkan hanya menilai produk akhir.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Menurut Dewi Wahyuni, S.Pd.I, M.Pd dkk dalam Buku Teknik Pengembangan Tes Berpikir Kreatif dalam Pendidikan Menengah (2025: 8), “proses berpikir kreatif adalah cerminan dari bagaimana seseorang mengekspresikan kreativitasnya, yang pada gilirannya mengembangkan kemampuan untuk berpikir secara kreatif.”
Mureks mencatat bahwa semakin tinggi tingkat kreativitas individu, semakin banyak alternatif yang dapat dihasilkan dalam menyelesaikan masalah, serta menciptakan solusi inovatif yang relevan dengan tantangan yang dihadapi.
Pendekatan Evaluasi untuk Mendorong Pemikiran Kreatif
1. Evaluasi Proses Kreatif
-
Refleksi Diri: Peserta didik diminta untuk mendokumentasikan alur pemikiran mereka, mulai dari tahap perencanaan, ide-ide awal, hingga perubahan yang dilakukan selama pengerjaan karya. Ini dapat memperlihatkan bagaimana siswa berkembang dan mengeksplorasi gagasan.
-
Keterlibatan dalam Proses: Evaluasi sejauh mana peserta didik berinteraksi dengan beragam sumber informasi dan bahan pembelajaran, seperti buku, media, atau eksperimen. Hal ini menunjukkan kemampuan mereka dalam mengintegrasikan berbagai perspektif.
-
Iterasi dan Pengembangan: Tinjau kemampuan peserta didik dalam merevisi dan mengembangkan karya mereka. Proses kreatif seringkali melibatkan perubahan dan perbaikan ide secara berkelanjutan.
2. Evaluasi Ide dan Orisinalitas
-
Keunikan dan Inovasi: Nilai sejauh mana peserta didik mampu menghasilkan ide-ide baru yang tidak konvensional dan orisinal.
-
Keterkaitan dengan Tujuan Pembelajaran: Pastikan ide yang dihasilkan tetap relevan dengan topik yang diajarkan. Kreativitas harus selaras dengan konteks pembelajaran.
3. Evaluasi Penggunaan Sumber Daya dan Teknik
-
Eksplorasi Metode dan Teknik: Perhatikan apakah peserta didik mencoba berbagai teknik atau pendekatan dalam menyelesaikan masalah atau menciptakan karya. Ini mengukur keberanian mereka untuk keluar dari zona nyaman dan bereksperimen.
-
Pemanfaatan Teknologi: Jika relevan, evaluasi juga dapat mencakup sejauh mana peserta didik memanfaatkan alat digital untuk mendukung proses kreativitas mereka.
Penerapan evaluasi yang berfokus pada proses dan orisinalitas ini sangat penting untuk membangun motivasi serta rasa percaya diri siswa. Dengan demikian, mereka akan lebih termotivasi untuk terus mengembangkan potensi kreatifnya.






