Otoritas Pasar Modal Arab Saudi (Capital Market Authority/CMA) secara resmi mengumumkan pembukaan akses pasar keuangan negara tersebut bagi seluruh kategori investor asing mulai 1 Februari 2026. Kebijakan ini menandai langkah signifikan dalam upaya Riyadh untuk menarik investasi global dan meningkatkan likuiditas pasar.
Menurut pantauan Mureks, keputusan ini diambil setelah dewan CMA menyetujui perubahan regulasi yang memungkinkan partisipasi langsung investor dari berbagai negara di pasar utama. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperluas dan mendiversifikasi basis pihak yang diizinkan berinvestasi, sekaligus mendorong arus modal masuk ke Arab Saudi.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Penghapusan Konsep Qualified Foreign Investor
CMA menjelaskan bahwa salah satu perubahan kunci adalah penghapusan konsep Qualified Foreign Investor (QFI) di pasar utama. Dengan demikian, semua kategori investor asing kini dapat mengakses pasar tanpa perlu memenuhi persyaratan kualifikasi yang sebelumnya berlaku.
“Perubahan yang disetujui menghapus konsep Qualified Foreign Investor di pasar utama, sehingga seluruh kategori investor asing dapat mengakses pasar tanpa perlu memenuhi persyaratan kualifikasi,” ujar CMA, seperti dikutip dari Arab News pada Kamis (8/1/2026).
Selain itu, CMA juga menyatakan bahwa kerangka regulasi yang mengatur perjanjian swap turut dihapus. Skema swap ini sebelumnya menjadi opsi bagi investor asing nonresiden untuk memperoleh manfaat ekonomi terbatas dari sekuritas tercatat, sebelum akhirnya diizinkan berinvestasi langsung di saham yang tercatat di Pasar Utama.
Dampak dan Latar Belakang Kebijakan
Hingga akhir kuartal III 2025, Mureks mencatat bahwa kepemilikan investor global di pasar modal Arab Saudi telah melampaui 590 miliar riyal Saudi, atau setara 157,32 miliar dollar AS (sekitar Rp 2.644 triliun). Sementara itu, nilai investasi internasional di pasar utama mencapai sekitar 519 miliar riyal Saudi pada periode yang sama, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 4 persen.
Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari langkah penyederhanaan prosedur pembukaan dan pengelolaan rekening investasi yang telah disetujui CMA pada Juli 2025. Saat itu, kebijakan tersebut mencakup investor asing perorangan yang tinggal di negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), serta mereka yang pernah tinggal di Arab Saudi atau negara GCC lainnya. Langkah tersebut disebut sebagai fase sementara yang mengarah pada keputusan yang diumumkan saat ini, dengan tujuan meningkatkan kepercayaan pelaku pasar dan mendukung perekonomian domestik.
Pembukaan akses pasar modal ini sejalan dengan rencana ekonomi Arab Saudi untuk mengurangi ketergantungan pada sektor minyak. Dalam upaya menarik lebih banyak investor asing, negara tersebut juga telah membentuk exchange-traded fund (ETF) bersama mitra-mitra di Asia, termasuk Jepang dan Hong Kong.






