Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menanggapi proyeksi optimistis Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sebelumnya, Purbaya menyatakan keyakinannya bahwa IHSG berpotensi menyentuh level 10.000 pada tahun ini.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menjelaskan bahwa optimisme tersebut harus ditopang oleh fundamental ekonomi Indonesia yang kokoh serta peningkatan peran investor domestik. “Bilamana fundamental ekonomi Indonesia solid dan peran investor domestik itu meningkat rasanya level tersebut bukan tidak mungkin tercapai,” ujar Inarno dalam konferensi pers virtual pada Jumat, 9 Januari 2026.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Selain itu, Inarno menambahkan, pencapaian target tersebut juga memerlukan dukungan dari aspek kebijakan lain. Hal ini mencakup peningkatan kualitas emiten, peningkatan free float saham, serta peran aktif investor institusi baik dari dalam maupun luar negeri.
Investor juga diimbau untuk senantiasa memantau perkembangan terkini, baik faktor domestik maupun global, yang dapat memengaruhi dinamika investasi di pasar modal. Kewaspadaan dan pengelolaan risiko investasi yang baik menjadi kunci. “Tentu kami tidak pernah jemu untuk mengingatkan keputusan berinvestasi tetap diiringi kewaspadaan dan pengelolaan risiko yang baik,” tegas Inarno.
Dari sisi regulasi, catatan Mureks menunjukkan bahwa OJK berkomitmen untuk memastikan industri pasar modal beroperasi secara teratur, wajar, dan efisien. OJK juga terus mendorong terciptanya ekosistem pasar modal yang sehat. “Kami juga dorong terciptanya ekosistem pasar modal yang sehat agar indeks dan instrumen lain berkelanjutan bukan hanya karena momentum jangka pendek,” pungkas Inarno.






