Keuangan

Optimisme Pasar: IHSG Diprediksi Tembus 10.000, Didukung Minat Investor dan Potensi Suku Bunga Turun

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tren penguatan signifikan di awal tahun 2026. Pada perdagangan Kamis, 8 Januari 2026, indeks acuan ini bahkan sempat menyentuh level 9.000, memicu optimisme di kalangan pelaku pasar dan pemerintah.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, sebelumnya telah menyatakan keyakinannya bahwa IHSG berpotensi mencapai level 10.000. Pandangan serupa juga diungkapkan oleh Chief Investment Officer Kisi Asset Management, Barkah Supriadi, yang meyakini target tersebut sangat mungkin tercapai.

Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id

“Peluang IHSG terus menguat hingga 10.000 ditopang minat investor domestik yang masih sangat baik terhadap potensi pasar saham RI,” ujar Barkah Supriadi dalam dialognya di program Squawk Box, CNBC Indonesia, Jumat (09/01/2026). Ia menambahkan, sentimen dan ekspektasi investor juga terus membaik.

Menurut catatan Mureks, performa IHSG sepanjang tahun 2025 memang cukup impresif, dengan kenaikan di atas 20%. Kinerja positif ini menjadi dasar kuat bagi proyeksi penguatan lebih lanjut di tahun berjalan.

Faktor-faktor pendukung lainnya termasuk ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan yang dapat mendorong likuiditas dan investasi, serta prospek pertumbuhan earning perusahaan yang cukup baik. Kondisi ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pasar saham domestik.

Dialog mendalam mengenai analisis pasar dan instrumen investasi yang menjadi fokus pelaku pasar ini disiarkan oleh CNBC Indonesia TV, menampilkan Shania Alatas sebagai pewawancara dan Barkah Supriadi sebagai narasumber utama.

Mureks