Internasional

Operasi Militer AS Tangkap Presiden Maduro di Caracas, Konstitusi Venezuela Tunjuk Wakil Presiden Delcy Rodríguez

Amerika Serikat (AS) melancarkan operasi militer di Caracas, Venezuela, pada Sabtu (3/1) dini hari, menahan Presiden Nicolás Maduro beserta istrinya, Cilia Flores. Penangkapan ini sontak memicu pertanyaan besar mengenai siapa yang kini memegang kendali pemerintahan di negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia tersebut.

Berdasarkan konstitusi Venezuela tahun 1999, kendali eksekutif pemerintahan secara otomatis akan diambil alih oleh wakil presiden, Delcy Rodríguez. Posisi ini menempatkannya sebagai pemimpin sementara pasca-penangkapan Maduro.

Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!

Selain Delcy, nama Jorge Rodríguez, yang saat ini menjabat sebagai presiden Majelis Nasional (National Assembly), berada di urutan ketiga dalam garis suksesi. Sementara itu, Diosdado Cabello, tokoh berpengaruh kedua di Venezuela, masih memegang posisi Menteri Dalam Negeri dan memimpin lembaga sipil-militer pro-pemerintah.

Namun, keberadaan Delcy Rodríguez saat ini menjadi tanda tanya. Reuters melaporkan ia berada di Rusia, sementara New York Times menyebutkan beberapa jam kemudian ia terpantau di Caracas. Meskipun demikian, rezim Chavista belum menunjukkan tanda-tanda keruntuhan. Revolusi Bolivarian, menurut Mureks, sangat mengakar di Venezuela, sebuah situasi yang melampaui kehadiran Maduro di Istana Miraflores.

Penangkapan Maduro dilakukan oleh Delta Force, pasukan elite AS, di kediamannya di Caracas pada Sabtu (3/1) dini hari. Ia dan istrinya diseret dari kamar tidur mereka dan langsung dibawa ke pesawat yang telah disiapkan.

Setelah tiba di Pangkalan Udara Nasional Stewart New York pada Sabtu sore, Maduro kini ditahan di Metropolitan Detention Center di Brooklyn, New York. Ia dibawa ke pusat tahanan tersebut menggunakan kendaraan khusus setelah diangkut helikopter dari pangkalan udara ke Manhattan.

Operasi militer yang juga mencakup serbuan di berbagai lokasi di Caracas ini merupakan perintah langsung dari Presiden AS Donald Trump. Bagi Venezuela, insiden ini menandai agresi militer asing pertama dalam sejarah negara tersebut.

Mureks