Tingkat keterhunian atau okupansi hotel di Jawa Barat mengalami penurunan signifikan selama periode Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Data dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat mencatat angka 60 persen, anjlok 30 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Menurut PHRI Jawa Barat, penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor utama. Salah satunya adalah isu bencana di sejumlah daerah yang memengaruhi minat wisatawan untuk bepergian. Selain itu, terpotongnya waktu cuti pada masa Libur Natal dan Tahun Baru juga turut berkontribusi pada rendahnya angka reservasi.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Pada Libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, tingkat okupansi hotel di Jawa Barat mampu mencapai 90 persen. Namun, kondisi berbeda terjadi pada akhir 2025 hingga awal 2026 ini, seperti yang terlihat dari pantauan Mureks di Hotel Savoy Homan, Bandung, pada Jumat (2/1/2026), di mana wisatawan masih melakukan reservasi, namun tidak sepadat tahun sebelumnya.
Penurunan okupansi ini menjadi perhatian bagi industri pariwisata dan perhotelan di Jawa Barat, mengingat periode Natal dan Tahun Baru biasanya menjadi puncak kunjungan wisatawan.






