Keuangan

OJK Soroti Peningkatan Integritas dan Investor sebagai Mandat Direksi Baru BEI 2026

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan sejumlah agenda strategis yang harus menjadi prioritas bagi direksi baru Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026. Hal ini disampaikan menyusul akan berakhirnya masa tugas direksi BEI saat ini dalam beberapa bulan ke depan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menjelaskan bahwa proses pencalonan dan pemilihan direksi baru BEI pada tahun 2026 merupakan momentum krusial untuk meningkatkan daya saing bursa.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.

Inarno berharap seluruh proses pergantian kepemimpinan ini dapat berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan yang berlaku. Ia menekankan beberapa fokus utama yang perlu diperkuat oleh jajaran direksi mendatang.

“Ada agenda peningkatan integritas dan peningkatan investor. Kemudian mitigasi perdagangan tidak wajar dan jaga pasar yang fair serta transparan,” kata Inarno dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK pada Jumat, 9 Januari 2026, menurut pantauan Mureks.

Selain itu, Inarno juga menyoroti pentingnya mendorong pendalaman pasar melalui pengembangan baik dari sisi suplai maupun permintaan. Ini termasuk pengembangan lighthouse IPO, penyesuaian free float, serta peningkatan jumlah investor, khususnya institusi domestik dan global.

Pengembangan infrastruktur dan keamanan siber juga menjadi tugas vital bagi direksi baru BEI. OJK berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan BEI demi mewujudkan pasar modal yang lebih dalam, efisien, berintegritas, dan patuh.

“OJK akan terus berkolaborasi dengan BEI untuk wujudkan pasar modal semakin dalam, efisien, berintegritas, dan patuh,” ujar Inarno, seperti yang dirangkum tim redaksi Mureks.

Sebagai informasi, masa jabatan direksi BEI ditetapkan selama empat tahun dan dapat diperpanjang satu kali, sesuai dengan ketentuan OJK, khususnya POJK 58/2016. Dengan berakhirnya masa tugas direksi saat ini, proses pemilihan calon direksi baru akan segera dimulai.

Berdasarkan POJK tersebut, empat direksi yang saat ini menjabat masih memiliki peluang untuk dicalonkan kembali. Mereka adalah Direktur Utama Iman Rachman, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Irvan Susandy, Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko Sunandar, serta Direktur Pengembangan Jeffrey Hendrik.

Namun, tiga direksi lainnya tidak dapat dicalonkan kembali. Mereka adalah Direktur Penilaian Perusahaan I Gede Nyoman Yetna, Direktur Keuangan, SDM, dan Umum Risa Effenita Rustam, serta Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Kristian Manullang.

Mureks