Tren

Netflix Rilis ‘Run Away’, Serial Thriller Misteri Terbaru yang Disebut ‘Sampah yang Bikin Ketagihan’

Kamis, 01 Januari 2026, Netflix kembali mengawali tahun dengan merilis serial thriller misteri terbarunya, “Run Away”. Adaptasi dari novel laris karya penulis kejahatan thriller Harlan Coben ini melanjutkan tradisi tahunan Netflix yang telah berlangsung selama tiga tahun berturut-turut.

Sebelumnya, pada tahun 2024, Netflix menghadirkan “Fool Me Once”, diikuti oleh “Missing You” di tahun 2025. Kini, “Run Away” hadir sebagai sajian pembuka tahun yang diprediksi akan segera menduduki posisi teratas di platform streaming tersebut.

Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.

“Run Away”: Kisah Keluarga Sempurna dengan Rahasia Gelap

Seperti banyak cerita Harlan Coben lainnya, “Run Away” berpusat pada sebuah keluarga yang tampak sempurna di permukaan, namun menyimpan banyak rahasia gelap. Simon (diperankan oleh James Nesbitt), seorang kepala keluarga yang sukses, mendapati dunianya terguncang ketika putri sulungnya, Paige (Ellie de Lange), menghilang.

Pencarian Simon membawanya menemukan Paige sedang mengamen di sebuah taman dekat rumah mewah mereka. Pertemuan tersebut berujung pada pertengkaran sengit yang terekam dalam video viral, menempatkan Simon dalam sorotan negatif. Dengan Paige yang kembali menghilang dan munculnya kejahatan kekerasan tak lama setelah itu, Simon mati-matian mencari putrinya. Perburuan ini menyeretnya ke dunia bawah tanah yang gelap, mengungkap beberapa rahasia yang mungkin seharusnya tetap tersembunyi.

Binge-Watch yang “Bikin Ketagihan” Meski Penuh Kekurangan

Mureks mencatat bahwa “Run Away” menawarkan kenyamanan yang aneh bagi penonton setia adaptasi Coben. Meskipun serial ini menggabungkan elemen adiksi, pembunuhan, dan kekacauan keluarga, Rory Mellon, seorang kritikus, secara terus terang menyatakan, “Ini tidak terlalu bagus, tapi saya mendapati diri saya ingin terus menekan tombol ‘putar episode berikutnya’.” Pernyataan ini menggambarkan daya tarik serial yang sangat mudah ditonton maraton.

Jika Anda pernah menonton adaptasi karya Harlan Coben sebelumnya di Netflix, Anda akan merasa familiar dengan “Run Away”. Serial ini mempertahankan formula yang sama, mulai dari perubahan latar utama ke Inggris (buku-buku Coben sebagian besar berlatar di AS) hingga cliffhanger konstan di setiap akhir episode. Ini adalah thriller misteri yang memilih untuk bermain aman sesuai pakem yang sudah terbukti berhasil.

Kritik dan Kekuatan di Balik Formula

Meskipun “Run Away” semakin konyol seiring berjalannya narasi, dengan beberapa akting yang dipertanyakan (meskipun penampilan Ruth Jones dari “Gavin & Stacey” dalam peran yang sangat berbeda patut diapresiasi), serta terlalu banyak karakter POV yang terlibat, serial ini tetap berhasil menjaga penonton terpaku. Setiap episode menyajikan informasi baru yang membuat penonton terus menebak-nebak.

Rory Mellon kembali menegaskan, “Ini tidak terlalu bagus, tapi saya harus mencari tahu apa yang terjadi selanjutnya.” Inilah kekuatan utama kolaborasi Netflix dengan Harlan Coben. Terlepas dari banyak kekurangannya, “Run Away” sangat piawai dalam membangun misteri yang menarik dan menambahkan lapisan demi lapisan pengungkapan baru yang membuat penonton tetap terlibat.

Serial ini mengeksplorasi peristiwa dari berbagai perspektif, termasuk Simon sebagai pemeran utama, seorang penyelidik swasta Elena Ravenscroft (Ruth Jones), inspektur polisi Isaac Fagbenle (Alfred Enoch), dan pasangan kriminal ala Bonnie dan Clyde. Menyeimbangkan begitu banyak sudut pandang memang menjadi tantangan, dan “Run Away” tidak selalu berhasil merangkai benang merah ini dengan rapi. Meskipun semua karakter pada akhirnya bersatu dan alur cerita mereka saling terkait, dibutuhkan waktu lebih lama dari yang seharusnya untuk menempatkan semua kepingan di papan permainan.

Kesimpulan: Tontonan Maraton yang Mudah Dilupakan

Bagi Anda yang mencari thriller berkualitas tinggi dengan karakter yang menarik dan narasi yang apik, “Run Away” mungkin bukan pilihan yang tepat. Namun, jika Anda puas dengan serial thriller misteri yang terus membalikkan keadaan dan senang menambahkan potongan-potongan kejutan ke dalam teka-teki, maka serial ini sangat layak ditonton.

“Run Away” bukanlah permata Netflix yang akan dikenang lama atau dibicarakan berlarut-larut. Namun, menurut Mureks, selalu ada tempat dalam daftar tontonan awal tahun untuk pengisi waktu luang yang mudah dicerna. Kolaborasi Netflix dengan Harlan Coben secara konsisten sukses dalam hal jumlah penonton, dan upaya terbaru ini mengikuti jejak yang sama. Banyak penonton akan mencari kejutan tak terduga dan pengungkapan yang mengejutkan, dan itulah yang ditawarkan “Run Away”.

Meskipun bukan karya yang akan dipuji kritikus dan bisa saja dikritik karena banyak kekurangan produksinya, bagi sebagian orang, ini adalah jenis “makanan cepat saji” streaming yang didambakan di awal tahun baru. Jadi, meskipun “Run Away” jelas bukan permata berkualitas tinggi dari Netflix, kemungkinan besar Anda akan tetap menontonnya secara maraton dalam satu akhir pekan.

Mureks