Nasional

Militer AS Serang Venezuela, Presiden Nicolas Maduro dan Istri Ditangkap di Caracas

Militer Amerika Serikat (AS) melancarkan operasi besar-besaran ke wilayah Venezuela pada Sabtu (3/1/2026) dini hari waktu setempat. Serangan yang menyasar ibu kota Venezuela, Caracas, berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya oleh pasukan AS.

Pantauan Mureks mencatat, serangan udara AS dimulai sekitar pukul 02.00 dini hari, dengan pesawat tempur AS terlihat terbang rendah di atas Caracas. Setidaknya tujuh ledakan terdengar di ibu kota Venezuela, menurut laporan AP.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Kerusakan di Pangkalan Militer dan Pelabuhan

Dampak serangan AS terlihat jelas di beberapa lokasi vital. Di pangkalan udara militer La Carlota, Caracas, kerusakan parah menimpa kendaraan unit anti-pesawat dan bus yang berada di sekitar pangkalan. Kendaraan-kendaraan tersebut tampak hancur.

Sementara itu, di pelabuhan La Guaira, kontainer-kontainer dan beberapa gedung dilaporkan terbakar akibat serangan. Kerusakan ini menunjukkan intensitas operasi militer yang dilakukan oleh pasukan AS.

Tuduhan AS dan Bantahan Maduro

Amerika Serikat menuduh Presiden Nicolas Maduro menjalankan negara narkoba dan memanipulasi pemilu. Tuduhan ini menjadi dasar operasi militer yang berujung pada penangkapannya.

Namun, Maduro, yang memimpin Venezuela menggantikan Hugo Chavez sejak tahun 2013, secara konsisten membantah tuduhan tersebut. Ia berulang kali menyatakan bahwa AS memiliki motif tersembunyi, yakni ingin menguasai cadangan minyak Venezuela, yang diketahui merupakan cadangan terbesar di dunia.

Mureks