Nasional

Menyusun Resolusi atau Mengalir Saja? Kisah Warga Hadapi Awal Tahun 2026

Awal tahun seringkali menjadi momentum refleksi dan penataan ulang arah hidup. Sebagian orang memilih untuk menyusun target dan resolusi yang jelas, sementara yang lain lebih nyaman menjalani hari-hari dengan prinsip mengalir saja. Lantas, bagaimana masyarakat Indonesia menyikapi pergantian tahun ini?

Menurut pantauan Mureks, fenomena penyusunan target di awal tahun memiliki dampak signifikan terhadap pencapaian sepanjang tahun, sebagaimana diungkapkan oleh laman Oxford Learning. Dengan tujuan yang terdefinisi, individu memiliki panduan konkret untuk melangkah, baik dalam aspek pendidikan, pengembangan keterampilan, maupun karier.

Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id

Namun, tidak sedikit pula yang memilih pendekatan hidup yang lebih fleksibel, dikenal dengan istilah let it flow. Mereka cenderung tidak memaksakan keadaan, meyakini bahwa segala sesuatu akan datang pada waktu yang tepat, dan lebih adaptif terhadap perubahan.

Dua Pendekatan Menuju Tahun Baru: Target atau Mengalir?

Berikut adalah cerita dari beberapa warga mengenai pilihan mereka dalam menyambut tahun 2026.

Rizky Pratama (27), seorang warga Jakarta Timur, mengaku rutin membuat target setiap awal tahun. Namun, target yang ia susun tidak terlalu rumit atau detail, melainkan berupa garis besar seperti keinginan untuk lebih konsisten dalam bekerja, menabung, dan menjaga kesehatan. Pengalaman hidup yang dinamis dan tidak selalu sesuai rencana menjadi alasan Rizky tetap memasang target.

Tahun ini, Rizky berfokus untuk menuntaskan target-target kecil yang belum tercapai, terutama terkait kebiasaan sehari-hari. “Harapannya simpel aja sih, pengin lebih tenang ngejalanin hari-hari. Bisa lebih menghargai diri sendiri, kerja tetap jalan, tapi nggak lupa istirahat. Kalau target-target kecil bisa tercapai pelan-pelan, itu udah cukup buat gue,” ujar Rizky.

Pendekatan serupa juga diterapkan oleh Nadya Putri (24). Ia terbiasa mengurutkan targetnya dari yang paling kecil hingga yang besar. Contohnya, menabung minimal Rp 1 juta per bulan, rutin berolahraga tiga kali seminggu, hingga mengikuti satu kelas daring untuk meningkatkan keterampilan kerja.

Bagi Nadya, memiliki target yang jelas adalah pendorong motivasi. “Kalau targetnya jelas, walaupun simpel, aku jadi lebih ke-track. Misalnya target olahraga, aku jadi lebih sadar kalau seminggu belum gerak sama sekali,” jelas Nadya.

Berbeda dengan Rizky dan Nadya, Bima Aji (31) memilih prinsip hidup mengalir saja. Meskipun demikian, bukan berarti Bima abai terhadap kehidupannya. Ia tetap memiliki fokus, terutama dalam hal finansial dan kebutuhan pribadi. Bima lebih rajin menabung dana darurat, mengurangi lembur, dan menyempatkan liburan minimal setahun sekali. Ia juga berupaya tetap aktif berolahraga ringan seperti jogging di akhir pekan untuk mencegah burnout di tengah tahun.

Alur kerja di kantor yang sering berubah-ubah menjadi alasan Bima memilih prinsip let it flow agar tidak terlalu terikat pada target. “Jadi gue nggak mau terlalu kaku sama target. Yang penting ada arah umum, tapi tetap fleksibel kalau ada perubahan kondisi,” tutur Bima.

Mureks