Internasional

Mentan Amran Sulaiman: Indonesia Hampir Pasti Ekspor Beras Tahun Ini, Sejarah Baru Pangan Nasional

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyampaikan keyakinan kuat bahwa Indonesia berpeluang besar untuk mengekspor beras pada tahun ini. Pernyataan optimis ini disampaikan langsung di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, pada Rabu (7/1/2026).

Amran menegaskan, peluang ekspor tersebut dapat terwujud dengan catatan serapan beras oleh Perum Bulog berjalan optimal dalam beberapa bulan ke depan, konsisten seperti kinerja tahun sebelumnya.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Dalam kesempatan tersebut, Amran secara lugas menyatakan, “Tapi beras kalau bisa. Izin Bapak Presiden, yang penting Bulog serapannya 3 bulan ke depan sama saja seperti 2025. Aku tidak minta lebih, sama saja. Hampir pasti kita lakukan ekspor tahun ini dan itu sejarah pertama Indonesia.”

Mureks mencatat bahwa optimisme Amran didasari oleh tren peningkatan produksi beras nasional yang signifikan. Sepanjang tahun 2025, produksi gabah setara beras tercatat mencapai sekitar 34 juta ton. Berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS), proyeksi produksi beras untuk tahun 2026 bahkan direvisi naik menjadi 34,77 juta ton, dari estimasi awal 32,07 juta ton.

Selain beras, Amran juga menyampaikan kabar baik terkait komoditas gula. Ia memastikan Indonesia tidak akan mengimpor gula kristal putih pada tahun 2026. Keputusan ini seiring dengan penguatan produksi tebu dalam negeri, khususnya melalui pengembangan proyek perkebunan berskala besar di Jawa Timur.

Amran menambahkan, “Ada beberapa poin kami sampaikan. Produksi kita 34 juta ton. Rencana tahun ini. Ini ada PTP 50 persen tebu di Jawa Timur. Kita tidak impor gula putih tahun ini,” ujarnya, merujuk pada capaian produksi beras dan proyeksi swasembada gula.

Pencapaian swasembada pangan dan kesiapan ekspor ini, menurut Mureks, tidak lepas dari kerja sama lintas kementerian dan lembaga. Dukungan regulasi, penguatan produksi, serta pengawasan distribusi disebutnya sebagai faktor utama yang menopang kepercayaan diri pemerintah.

Dengan stok beras nasional yang terjaga dan serapan hasil panen yang diharapkan tetap kuat, Amran menilai peluang ekspor beras Indonesia pada tahun ini semakin terbuka lebar, menandai babak baru ketahanan pangan nasional.

Referensi penulisan: www.cnbcindonesia.com

Mureks