Keuangan

Menko Pangan Zulkifli Hasan Tekankan Peran Strategis Subulussalam dalam Rantai Pasok Pangan Nasional

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mendorong penguatan peran Kota Subulussalam, Aceh, sebagai simpul penting dalam rantai pasok pangan nasional. Dorongan ini disampaikan saat kunjungan kerja ke daerah tersebut pada Kamis (8/1/2025), mengingat posisi geografis Subulussalam yang strategis sebagai jalur penghubung distribusi antara Aceh dan Sumatera Utara.

Zulhas menegaskan bahwa optimalisasi peran daerah penghubung seperti Subulussalam tidak bisa ditunda. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai dan kelembagaan ekonomi yang kuat, kota ini diyakini mampu menjadi simpul penting dalam rantai pasok pangan nasional. Kunjungan kerja ini bertujuan untuk memastikan langkah penguatan berjalan sesuai kebutuhan daerah.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.

Subulussalam, Kunci Kelancaran Distribusi Pangan

Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (9/1/2026), Zulhas menyatakan, “Posisi Subulussalam strategis untuk mendukung kelancaran distribusi pangan antardaerah, sehingga penguatan infrastruktur dan kelembagaan ekonominya perlu dipercepat.” Pernyataan ini menegaskan fokus pemerintah pada percepatan realisasi di lapangan.

Kunjungan kerja ke Subulussalam turut dihadiri oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Kehadiran sejumlah menteri ini menunjukkan perhatian serius pemerintah pusat terhadap penguatan peran strategis daerah perbatasan provinsi dalam menjaga kelancaran pasokan pangan lintas wilayah.

Dialog Daerah dan Solusi Pengendalian Bencana

Selama kunjungan, Menko Pangan berdialog dengan forum koordinasi pimpinan daerah, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat. Dialog ini membahas berbagai tantangan daerah, khususnya terkait penguatan ketahanan pangan dan kelancaran distribusi hasil pertanian. Pemerintah ingin memastikan bahwa kebijakan yang diambil sesuai dengan kondisi riil masyarakat.

Salah satu isu krusial yang menjadi perhatian adalah risiko bencana banjir yang kerap menghambat aktivitas produksi pertanian dan distribusi pangan. Zulhas menilai, pengendalian risiko bencana harus menjadi bagian integral dari strategi penguatan rantai pasok. Tanpa penanganan yang tepat, potensi ekonomi daerah sulit berkembang optimal.

Untuk mengatasi masalah ini, ia menyampaikan perlunya pembangunan sodetan kanal Sungai Lae Soraya sebagai solusi pengendalian banjir. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu mengurangi dampak banjir yang selama ini mengganggu lahan pertanian dan jalur distribusi, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih stabil.

Penguatan Infrastruktur Transportasi dan Peran Koperasi

Pemerintah pusat, lanjut Zulhas, akan menindaklanjuti berbagai usulan penguatan infrastruktur transportasi di Subulussalam dan Aceh Singkil. Penguatan ini bertujuan memperlancar arus barang sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi pangan antardaerah. Infrastruktur transportasi yang memadai dinilai sebagai kunci utama kelancaran rantai pasok, yang pada akhirnya akan menekan biaya logistik dan mempercepat waktu pengiriman.

Selain infrastruktur fisik, Zulhas juga menekankan pentingnya penguatan koperasi desa dan kelurahan merah putih sebagai bagian dari strategi memperpendek rantai distribusi pangan. Koperasi dinilai mampu menjadi penghubung langsung antara produsen dan pasar, sehingga nilai tambah dapat lebih banyak dinikmati masyarakat desa.

Hingga saat ini, catatan Mureks menunjukkan sebanyak 83.130 koperasi desa dan kelurahan telah terbentuk dan berbadan hukum. Koperasi-koperasi ini disiapkan untuk berperan aktif dalam distribusi pangan serta penyerapan hasil produksi masyarakat. Pemerintah berharap koperasi menjadi tulang punggung ekonomi desa.

“Koperasi tersebut juga akan menjadi bagian dari rantai pasok program makan bergizi gratis (MBG), yang menargetkan 82,9 juta penerima manfaat mulai Maret 2026,” tutur Zulhas. Program ini diharapkan menciptakan kepastian pasar bagi petani dan pelaku usaha pangan lokal, sekaligus menjaga kesinambungan pasokan bahan pangan dan memberikan peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat desa.

Pendekatan Terpadu dan Penghormatan Budaya

Dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut, Menko Pangan juga melakukan ziarah ke makam Syekh Hamzah Fansury di Kampung Oboh, Kecamatan Runding. Kegiatan ini menjadi simbol penghormatan terhadap tokoh penting dalam sejarah dan kebudayaan Aceh, menunjukkan bahwa pendekatan pembangunan juga perlu menghargai nilai budaya setempat.

Pemerintah menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan nasional dilakukan secara terpadu. Upaya tersebut mencakup perbaikan logistik, pengendalian risiko bencana, serta penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat di daerah. Dengan sinergi tersebut, peran Subulussalam diharapkan semakin optimal dalam rantai pasok pangan nasional.

Mureks