Keuangan

Menkeu Purbaya: IHSG Diproyeksi Tembus 10.000 pada 2026, ‘To Mars Bukan To The Moon!’

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan optimisme tinggi terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diproyeksikan mampu menembus level 10.000 pada akhir tahun 2026. Pernyataan ini disampaikan Purbaya usai membuka Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (2/1/2026).

Dengan nada bercanda namun penuh keyakinan, Purbaya bahkan menyebut pergerakan IHSG tidak lagi sekadar “to the moon”, melainkan sudah lebih jauh, yakni “to the mars”.

Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Optimisme Menkeu Purbaya dan Fondasi Ekonomi

“To mars bukan to the moon,” ucap Purbaya sambil tertawa, menegaskan keyakinannya akan pertumbuhan signifikan pasar modal Indonesia. Menurutnya, fondasi ekonomi nasional yang telah membaik seharusnya mendorong pertumbuhan yang lebih cepat.

Keyakinan terhadap prospek cerah IHSG dan perbaikan kondisi ekonomi nasional ini, menurut Purbaya, didasari oleh posisinya yang kini memegang kendali penuh atas kebijakan ekonomi. Oleh karena itu, ia memastikan upaya sinkronisasi kebijakan moneter dengan Bank Indonesia (BI) akan terus dilakukan secara berkesinambungan.

Pergerakan IHSG Awal Tahun 2026

Pada awal perdagangan tahun 2026, IHSG memang mengawali dengan pergerakan positif. Pada sesi pembukaan Jumat (2/1/2026), IHSG menguat 28,49 poin atau 0,33 persen, mencapai level 8.675,43. Saat dibuka, IHSG berada di level 8.676,74, kemudian bergerak dalam rentang 8.664,98 hingga 8.697,60.

Penguatan indeks didukung oleh mayoritas saham yang bergerak di zona hijau, dengan rincian 339 saham menguat, 200 saham melemah, dan 171 saham stagnan. Mureks mencatat bahwa volume perdagangan mencapai 4,84 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,47 triliun, serta frekuensi transaksi sebanyak 344.546 kali. Adapun, kapitalisasi pasar saat pembukaan perdana di tahun ini tercatat di angka Rp 15.939,05 triliun.

Target Ambisius BEI

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sendiri menargetkan Indonesia dapat masuk ke jajaran 10 besar bursa efek terbaik dunia pada tahun 2030. Target ambisius ini mencakup baik dari sisi kapitalisasi pasar maupun nilai transaksi, menjadi arah utama pengembangan pasar modal nasional dalam lima tahun ke depan.

Acara pembukaan bursa pagi ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Direktur Utama BEI Iman Rachman, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, Ketua Dewan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu, dan Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun.

Mureks