Nasional

Menjelajahi Diri dan Arah Hidup: Anggota Mureks Bagikan Tips Journaling Sambut Tahun Baru 2026

Memasuki tahun yang baru, banyak individu merenungkan cara untuk memperbaiki diri dan menjadi versi terbaik. Salah satu metode sederhana namun efektif untuk memulai perjalanan introspeksi ini adalah melalui journaling. Aktivitas ini tidak hanya membantu mengenali arah hidup, tetapi juga mengidentifikasi area yang ingin diperbaiki di masa mendatang.

Journaling menawarkan ruang aman untuk menuangkan isi kepala, emosi, hingga harapan. Menariknya, praktik ini dapat dilakukan dengan cara yang sangat fleksibel dan santai. Baik menulis di buku catatan, menggunakan aplikasi notes di ponsel, atau bahkan sekadar mencoret-coret gambar ala art journaling, semua sah-sah saja, disesuaikan dengan gaya dan kenyamanan masing-masing.

Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id

Anggota Mureks, sebuah komunitas yang aktif berbagi pengalaman, ternyata memiliki kebiasaan journaling yang unik dan beragam dalam menyambut tahun baru. Berikut adalah rangkuman cerita mereka:

Pengalaman Beragam Anggota Mureks dalam Journaling

Raka Aditya (21), salah satu anggota Mureks, mengaku bukan tipikal orang yang sangat niat dalam melakukan journaling. Ia biasanya hanya menulis rangkuman kejadian selama setahun terakhir secara acak di notes ponselnya. Isi catatannya pun campur aduk, mulai dari hal-hal yang membuatnya kesal, urusan perkuliahan, hingga momen kecil yang membahagiakan. Tidak hanya curhat, Raka juga menyempatkan diri untuk menyusun target-targetnya.

“Aku juga suka nulis goals tapi versi santai, kayak pengin lebih rajin masuk kelas, kelarin skripsi tepat waktu, dan nggak kebanyakan begadang,” tutur Raka.

Berbeda dengan Raka, Yulia Hartanti (39) menjadikan journaling sebagai rutinitas yang tak pernah lepas dari buku tulisnya. Untuk tahun 2026, sebagian besar target yang ia tulis lebih berfokus kepada orang-orang tersayang.

“Targetku lebih (fokus) ke keluarga, seperti pengin lebih sabar ke anak, lebih jaga kesehatan, dan lebih rapi ngatur keuangan rumah tangga,” katanya.

Melalui journaling, Yulia merasa lebih tenang dan siap menghadapi tahun berikutnya. Ia menggambarkan proses ini seperti “ngobrol pelan-pelan dengan diri sendiri sebelum melangkah lebih jauh.”

Hal serupa juga dilakukan oleh anggota Mureks asal Jakarta Timur, Alya Rahma (25). Berbagai hal ia tuangkan di buku tulisnya, mulai dari hal-hal yang membuatnya lelah, momen yang patut disyukuri, sampai pelajaran penting selama setahun ke belakang. Tidak ketinggalan, Alya juga menuliskan harapan untuk setahun ke depan agar bisa menjadi versi diri yang lebih baik.

Sementara itu, Andre Wijaya (28), anggota Mureks lainnya, memilih menggunakan aplikasi khusus untuk journaling menjelang pergantian tahun. Menurut pantauan Mureks, saat ini memang ada banyak tools journaling yang sangat berguna, seperti Day One, Apple Journal, Rosebud, dan masih banyak lagi.

Menurut Andre, journaling dapat membuat hidup terasa lebih terarah.

“Journaling bantu aku masuk tahun baru dengan arah yang lebih jelas. Bukan buat bikin hidup kaku, tapi supaya aku tau mau melangkah ke mana,” ujar Andre.

Kisah-kisah dari anggota Mureks ini menunjukkan bahwa journaling adalah alat yang personal dan adaptif, membantu setiap individu mempersiapkan diri menyambut lembaran baru dengan lebih sadar dan terarah.

Mureks