Nasional

Mengupas Tuntas Peningkatan Kinerja Guru dan Rencana Perbaikan Berkelanjutan Pendidikan Nasional

Peningkatan kinerja guru menjadi sorotan utama dalam upaya mewujudkan kualitas pendidikan yang merata dan berkelanjutan di Indonesia. Refleksi mendalam diperlukan untuk memahami bagaimana para pendidik telah menunjukkan kemajuan dan apa saja rencana perbaikan ke depan.

Perubahan di ruang kelas, cara guru mengelola pembelajaran, serta komitmen untuk terus belajar dan beradaptasi menunjukkan proses pengembangan profesional yang berkelanjutan demi peningkatan kualitas pendidikan. Hal ini tercermin dari kemampuan guru dalam memegang peran strategis sebagai ujung tombak pembelajaran.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

Dengan demikian, kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh bagaimana guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses belajar mengajar. Dikutip dari jurnal Upaya Peningkatan Kinerja Guru oleh Lailatussaadah (2015), guru yang berkinerja baik mampu menyusun perencanaan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik, melaksanakan pembelajaran secara aktif dan interaktif, serta melakukan evaluasi untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran.

Selain itu, guru juga dituntut untuk memberikan bimbingan, pelatihan, dan pendampingan kepada peserta didik sebagai bagian dari perannya dalam membentuk karakter dan kompetensi siswa. Dalam praktiknya, peningkatan kinerja guru tidak terlepas dari penguasaan kompetensi yang harus dimiliki, meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.

Ketika kompetensi ini berkembang dengan baik, guru akan lebih siap menghadapi tantangan pembelajaran, mampu beradaptasi dengan perubahan kurikulum, serta lebih kreatif dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif.

Untuk memastikan peningkatan kinerja guru dapat berlangsung secara berkelanjutan, diperlukan rencana perbaikan yang terarah dan sistematis. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program sertifikasi guru sebagai bentuk pengakuan profesional. Menurut pantauan Mureks, sertifikasi tidak hanya berfungsi sebagai bukti kelayakan guru, tetapi juga diharapkan dapat mendorong peningkatan motivasi kerja dan kesejahteraan guru sehingga kinerjanya semakin optimal.

Perbaikan berkelanjutan juga dilakukan melalui peningkatan kompetensi guru dengan berbagai pelatihan, seminar, dan pengembangan profesional berkelanjutan. Guru didorong untuk terus belajar, memperbarui pengetahuan, serta mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi agar pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan zaman.

Pengembangan kurikulum, baik nasional maupun lokal, turut menjadi bagian dari strategi peningkatan kinerja guru agar proses pembelajaran lebih kontekstual dan bermakna. Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai serta peningkatan mutu manajemen sekolah juga esensial. Lingkungan kerja yang mendukung akan membantu guru bekerja lebih efektif dan fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran.

Peningkatan kinerja guru dan rencana perbaikan berkelanjutannya merupakan proses yang tidak dapat dipisahkan dalam upaya mewujudkan pendidikan yang bermutu. Dengan dukungan manajemen yang baik, guru dapat mengembangkan potensi profesionalnya secara optimal dan berkelanjutan.

Mureks