Nasional

Mengenal Lebih Dekat Rukun Yamani: Sudut Ka’bah Penuh Keistimewaan dan Amalan Sunnah yang Dianjurkan

Rukun Yamani, salah satu sudut Ka’bah yang sakral, kerap menjadi pusat perhatian jutaan umat Islam saat menunaikan ibadah haji dan umrah. Keistimewaan dan tata cara berinteraksi dengannya seringkali memicu pertanyaan di kalangan jemaah. Memahami sejarah, letak, serta makna spiritual Rukun Yamani menjadi kunci untuk mencapai kekhusyukan yang lebih mendalam di Tanah Suci.

Apa Itu Rukun Yamani?

Rukun Yamani merupakan satu dari empat sudut utama Ka’bah yang sarat nilai sejarah dan spiritual. Menurut buku Manasik Umrah Situs Bersejarah Makkah (2021) – Madinah karya Dr. H. Darwin Zainuddin, Lc. MA, Rukun Yamani berlokasi di sudut barat daya Ka’bah, sejajar dengan arah Yaman. Posisinya yang berhadapan langsung dengan Hajar Aswad menjadikannya penanda penting selama pelaksanaan tawaf.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id

Sejarah dan Letak Rukun Yamani

Penamaan Rukun Yamani merujuk pada posisinya yang menghadap ke arah Yaman. Sudut ini telah eksis sejak era Nabi Ibrahim dan terus dipertahankan hingga saat ini. Kedekatannya dengan Hajar Aswad membuat Rukun Yamani sering disinggahi jemaah yang sedang mengelilingi Ka’bah.

Makna Rukun Yamani dalam Ibadah Haji dan Umrah

Saat melakukan tawaf mengelilingi Ka’bah, umat Islam dianjurkan untuk memberikan perhatian khusus pada Rukun Yamani. Dalam syariat Islam, menyentuh Rukun Yamani adalah amalan sunnah yang membawa keutamaan tersendiri. Mureks mencatat bahwa titik ini juga menandai dimulainya bacaan doa tertentu hingga mencapai Hajar Aswad, menambah kesakralan ibadah.

Keistimewaan Rukun Yamani

Keistimewaan Rukun Yamani telah dikenal luas di kalangan umat Islam. Sudut ini bukan sekadar penanda fisik, melainkan juga memiliki dimensi spiritual yang tinggi. Banyak jemaah berupaya mengamalkan sunnah yang berkaitan dengan Rukun Yamani demi meraih keutamaan dalam ibadah haji dan umrah mereka.

Keutamaan Menyentuh Rukun Yamani

Menyentuh Rukun Yamani saat tawaf sangat dianjurkan dalam syariat, mengikuti teladan Nabi Muhammad SAW. Amalan ini diyakini dapat menghapus dosa, sebagaimana disebutkan dalam sejumlah riwayat hadis. Tak heran, banyak jemaah berusaha mendekat dan menyentuhnya untuk memperoleh keutamaan spiritual tersebut.

Sunnah dan Adab di Sekitar Rukun Yamani

Selain menyentuh, disunnahkan pula membaca doa tertentu di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad. Umat Islam diimbau untuk senantiasa menjaga adab dan menghindari berdesak-desakan, demi menjaga kekhusyukan dan ketertiban ibadah. Menjaga ketenangan di area Rukun Yamani merupakan bagian integral dari pelaksanaan tawaf yang sempurna.

Kesimpulan

Rukun Yamani memegang peranan vital dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah. Sudut Ka’bah ini tidak hanya berfungsi sebagai penanda fisik, tetapi juga menjadi simbol keistimewaan yang diajarkan dalam sunnah Nabi Muhammad SAW. Dengan memahami sejarah, tata cara, dan keutamaannya, umat Islam dapat menjalankan ibadah di Tanah Suci dengan lebih bermakna dan penuh penghayatan.

Menjaga adab serta mengikuti tuntunan Rasulullah saat melewati Rukun Yamani akan meningkatkan nilai ibadah. Sudut Ka’bah ini menjadi pengingat bahwa setiap bagian dari ibadah tawaf mengandung hikmah yang mendalam bagi umat Islam.

Mureks