JAKARTA – Persija Jakarta kembali dihadapkan pada jadwal padat saat bersiap menjamu Persijap Jepara dalam lanjutan Super League. Pertandingan krusial ini akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Sabtu, 3 Januari 2026, pukul 15.30 WIB. Mureks mencatat bahwa Macan Kemayoran nyaris tak memiliki waktu istirahat panjang setelah melakoni laga sebelumnya.
Pelatih kepala Persija Jakarta, Mauricio Souza, menegaskan bahwa timnya harus segera mengalihkan fokus penuh ke pertandingan berikutnya. Minimnya waktu pemulihan membuat staf pelatih menerapkan pendekatan persiapan yang lebih efisien dan terarah.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Mauricio Souza: Tak Ada Waktu Santai
Mauricio Souza menyadari betul situasi ini bukanlah alasan untuk menurunkan intensitas. Ia justru menekankan pentingnya kesiapan taktis dan fokus penuh agar tim tetap tampil optimal di lapangan hijau.
“Kami tidak punya waktu untuk bersantai. Kami bermain senin lalu tapi sabtu ini sudah kembali bermain jadi waktu istirahat tidak terlalu lama. Kami sudah analisa lawan (Persijap). Kami sudah siapkan apa yang harus dilakukan di lapangan,” ujar Mauricio Souza dalam konferensi pers jelang laga, Jumat (1/2/2026).
Menurut pelatih asal Brasil itu, analisis mendalam terhadap kekuatan dan karakter permainan Persijap Jepara menjadi prioritas utama dalam persiapan singkat ini. Tim pelatih memaksimalkan sesi taktik dan evaluasi video agar setiap pemain memahami skema yang harus dijalankan dengan baik.
Laga kontra Persijap dinilai memiliki arti penting dalam persaingan papan atas klasemen Super League. Persija bertekad untuk tidak kehilangan momentum, terutama saat peluang untuk terus menekan posisi teratas masih terbuka lebar.
“Laga besok sangat penting bagi kami. Semua pemain dalam motivasi tinggi untuk laga besok. Kalo mau di puncak klasemen, kami harus maksimal,” kata Mauricio Souza, menegaskan ambisi timnya.
Mauricio juga memastikan kondisi mental para pemain berada dalam situasi yang sangat positif. Ia melihat semangat dan keinginan untuk meraih kemenangan tetap terjaga, meskipun jadwal pertandingan sangat berdekatan. Pelatih berusia 51 tahun itu menambahkan bahwa kedalaman skuad menjadi faktor krusial dalam menghadapi periode padat ini. Rotasi pemain dan disiplin dalam menjalankan instruksi dianggap penting agar performa tim tetap stabil.
Hanif Sjahbandi: Maksimalkan Persiapan Singkat
Dari kubu pemain, gelandang Persija, Hanif Sjahbandi, menyampaikan pandangan senada dengan sang pelatih. Ia menilai kemenangan pada laga sebelumnya tidak boleh membuat tim merasa cepat puas.
“Persiapan kami tidak banyak. Kami harus maksimalkan semua yang sudah disiapkan,” ujar Hanif.
“Meskipun kami kemarin menang. Saya berharap semoga pertandingan besok bisa lebih baik lagi dari laga sebelumnya,” sambungnya.
Hanif menekankan bahwa konsistensi permainan hanya bisa dijaga jika seluruh pemain disiplin menjalankan arahan pelatih. Menurutnya, fokus dan kerja sama tim menjadi kunci utama untuk menghadapi kondisi fisik yang menantang. Ia juga menyebut laga melawan Persijap sebagai ujian penting untuk menjaga tren positif, di mana setiap poin sangat berharga dalam ketatnya persaingan klasemen musim ini.






